Dingin Subuh, Hangatnya Silaturahmi: Polisi dan Warga Bertemu di Sajadah Sangir Batang Hari

TBNEWSUMBAR.ID — Saat sebagian orang masih terlelap, suasana di beberapa masjid wilayah Sangir Batang Hari justru mulai hangat oleh kehadiran tak biasa — para anggota polisi datang bukan untuk bertugas, melainkan untuk salat Subuh berjamaah. Inilah wujud dari Gerakan Subuh Berjamaah (GSB), sebuah program unggulan yang digagas oleh Kapolda Sumatera Barat, Irjen Pol. Dr. Drs. Gatot Tri Suryanta, M.Si., CSFA.

GSB merupakan program spiritual dan sosial yang mengajak personel Polri untuk salat Subuh bersama masyarakat di masjid-masjid sekitar. Program ini bertujuan membangun kedekatan dan kepercayaan antara kepolisian dengan masyarakat, dimulai dari momen ibadah yang penuh ketenangan.

Di lingkungan Polres Solok Selatan, di bawah kepemimpinan Kapolres AKBP M. Faisal Perdana, S.I.K, program GSB dilaksanakan secara rutin oleh seluruh Polsek jajaran. Salah satunya adalah Polsek Sangir Batang Hari, yang dipimpin oleh IPTU Hengki Ferdian.

“Gerakan Subuh Berjamaah ini bukan sekadar salat bersama, tapi ajang membangun kepercayaan dan kebersamaan. Ketika polisi dan masyarakat sujud bersama, sekat itu hilang. Yang ada hanyalah saudara seiman,” ungkap IPTU Hengki Ferdian, Kapolsek Sangir Batang Hari.

Kegiatan GSB ini dilaksanakan di masjid-masjid yang berada dalam wilayah hukum Polsek Sangir Batang Hari, seperti di Nagari Sungai Kunyit, Sungai Kunyit Barat, dan sekitarnya. Lokasi ditentukan bergiliran agar seluruh wilayah bisa merasakan kehadiran langsung dari aparat kepolisian.

GSB digelar secara rutin setiap pekan, umumnya pada hari Jumat atau Senin pagi. Personel Polsek hadir sebelum azan Subuh dan mengikuti salat berjamaah, kemudian dilanjutkan dengan bincang santai bersama jamaah.

Kegiatan ini penting karena menciptakan interaksi yang lebih akrab antara polisi dan warga. Selain sebagai bentuk penguatan iman, GSB juga menjadi ruang dialog informal untuk mendengar langsung masukan dari masyarakat terkait keamanan dan ketertiban lingkungan.

Dengan mengenakan seragam lengkap atau pakaian sipil sopan, para personel hadir di masjid, ikut berjamaah, lalu menyapa masyarakat dengan hangat. Suasana yang akrab ini membuka ruang komunikasi yang selama ini mungkin terasa kaku.

Warga menyambut positif inisiatif ini. Banyak yang mengaku lebih mudah menjalin komunikasi dengan polisi dalam suasana ibadah yang tenang dan penuh rasa saling menghargai.

“Saya sangat mengapresiasi kehadiran polisi di masjid. Rasanya lebih aman, lebih dekat. Kami juga jadi tidak sungkan untuk ngobrol dan menyampaikan keluhan di kampung,” tutur Pak Syahrul (60), tokoh masyarakat Nagari Pantai Cermin.

Kapolres Solok Selatan, AKBP M. Faisal Perdana, S.I.K, berharap bahwa kegiatan ini dapat memperkuat posisi Polri sebagai pengayom masyarakat, tidak hanya dalam tugas formal, tetapi juga dalam kehidupan beragama dan sosial.

“Polri ingin selalu hadir di tengah masyarakat, bahkan dalam sujud dan doa. GSB ini adalah bukti bahwa keamanan bukan hanya soal patroli, tapi juga soal kedekatan hati,” ucap Kapolres.