Perkuat Perlindungan Perempuan dan Anak, Kasat Reskrim dan Kasat Binmas Polres Sawahlunto Hadiri Bimtek Bersama Dinas Sosial

TBNEWSUMBAR.ID – Dalam upaya memperkuat koordinasi antar instansi dalam penanganan kasus kekerasan berbasis gender dan anak, Kasat Reskrim Polres Sawahlunto Iptu Al Am’ar Faradhyba, S.Trk dan Kasat Binmas Polres Sawahlunto Iptu Sugianto, S.Sos.I menghadiri Bimbingan Teknis (Bimtek) bertajuk Assesmen Awal Korban dan Pelaku Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak, Senin (16/6/2025), pukul 09.00 WIB bertempat di Hotel Khas Ombilin, Kota Sawahlunto.

Kegiatan ini digagas oleh Dinas Sosial, Pemberdayaan Masyarakat, Desa, Perempuan, dan Perlindungan Anak Kota Sawahlunto, sebagai bentuk komitmen terhadap pencegahan serta penanganan kekerasan yang dialami perempuan dan anak secara lebih profesional dan terpadu.

Acara Bimtek dihadiri oleh berbagai unsur dari kepolisian dan instansi vertikal yang memiliki keterlibatan langsung dalam proses penegakan hukum dan pemulihan sosial korban kekerasan. Hadir dalam kegiatan tersebut antara lain:

Kepala Dinas Sosial, PMD, PPPA Kota Sawahlunto, Bapak Efriyanto, S.Sos., MM, secara resmi membuka kegiatan. Dalam sambutannya, beliau menegaskan pentingnya kolaborasi yang efektif antara penegak hukum dan lembaga sosial dalam menangani kasus kekerasan yang kian kompleks.

“Kekerasan terhadap perempuan dan anak tidak cukup ditangani secara hukum saja, tapi harus melibatkan pendekatan psikologis dan sosial untuk pemulihan korban dan re-edukasi pelaku,” tegas Efriyanto.

Sebagai narasumber utama, Ibu Nila Anggreiny, M.Psi., dosen Psikologi dari Universitas Andalas (Unand), menyampaikan materi yang menyoroti aspek psikologis korban kekerasan rumah tangga dan kekerasan seksual. Ia juga membahas pentingnya asesmen awal yang tepat dalam proses perlindungan dan rehabilitasi.

Usai kegiatan, Kasat Reskrim Polres Sawahlunto Iptu Al Am’ar Faradhyba, S.Trk menyampaikan bahwa kegiatan seperti ini sangat penting dalam membentuk pola kerja penanganan kasus yang tidak hanya berbasis hukum, tetapi juga berpihak kepada korban.

“Aspek psikologis sering kali terabaikan dalam proses penyidikan. Dengan pelatihan seperti ini, kami bisa memahami bahwa perlindungan korban sama pentingnya dengan penegakan hukum,” ungkapnya.

Sementara Kasat Binmas IPTU Sugianto, S.Sos.I menyampaikan bahwa kegiatan seperti ini sangat penting bagi aparat penegak hukum di lapangan, khususnya dalam menangani kasus kekerasan secara lebih komprehensif.

“Kami mendukung penuh kegiatan ini sebagai langkah strategis dalam membangun sistem perlindungan yang menyeluruh. Polisi bukan hanya penegak hukum, tapi juga pelindung masyarakat, termasuk perempuan dan anak yang rentan menjadi korban,” ujarnya.

Kegiatan Bimtek berjalan dengan tertib, lancar, dan penuh antusiasme dari seluruh peserta. Diharapkan, hasil dari kegiatan ini dapat diterapkan langsung di lapangan, khususnya dalam penanganan cepat dan tepat terhadap kasus-kasus kekerasan yang melibatkan perempuan dan anak di Kota Sawahlunto.