
TBNEWSUMBAR.ID – Dalam Rangkaian Kegiatan Pesona Budaya Tabuik Piaman 2025 Personil Polres Pariaman melaksanakan pengamanan Prosesi Manabang Batang Pisang.
Prosesi Manabang Batang Pisang dalam rangkaian kegiatan Pesona Budaya Tabuik Piaman 2025 dihadiri oleh Asisten II Kota Pariaman Elfis Candra, S.H., Kadis Sat Pol PP Kota Pariaman Alfian S.Sos, Kabag Ops Polres Pariaman AKP Rachmat, Kabag SDM Polres Pariaman AKP Safrizal, Kasat Intelkam Polres Pariaman Iptu Agus Zainal S.H, Kasat Lantas Polres Pariaman Iptu Abdullah Riadi, S.H., Kapolsek Kota Pariaman AKP Hijrul Aswad S.H, Kasi Propam Polres Pariaman AKP Mamat Mursalim, Urang tuo tabuik pasa Zulbakri, SE diikuti oleh anak tabuik pasa dan masyarakat yang menyaksikan kegiatan tersebut sebanyak ± 200 (dua ratus) orang.
Prosesi Manabang Batang Pisang diawali dengan arak-arakan tambua tasa yang dimainkan oleh urang tuo tabuik pasa dan anak tabuik pasa dilakukan dengan berjalan kaki dari titik kumpul rumah tabuik pasa menuju lokasi Manabang Batang Pisang di Kelurahan Alai Galombang Kecamatan Pariaman Tengah Kota Pariaman.
Pada saat telah sampai dilokasi, maka dilaksanakanlah rangkaian prosesi Manabang Batang Pisang (memotong pohon pisang) yang diawali dengan ritual membakar sabut dan kemenyan, kemudian dilanjutkan dengan mengasapi pedang yang digunakan untuk Manabang Batang Pisang dengan satu kali tebasan oleh seorang tokoh tabuik.
Setelah dilakukannya prosesi tersebut kemudian urang tuo tabuik pasa dan anak tabuik pasa kembali membawa hasil tebasan pohon pisang tersebut ke daraga yang merupakan suatu lokasi di rumah tabuik pasa untuk dilakukan proses lanjutan pembuatan tabuik.
Dalam perjalanan kembali menuju rumah tabuik pasa, arak-arakan tambua tasa tabuik pasa berselisih jalan dengan arak-arakan tambua tasa tabuik subarang tepatnya di Simpang Tabuik yang merupakan pusat Kota Pariaman yang dihadiri oleh kelompok tabuik pasa, kelompok subarang dan masyarakat sebanyak ± 1.500 (seribu lima ratus) orang. Pada saat berselisih jalan, kedua kelompok tersebut saling memainkan gendang/tambua tasa dan saling ejek yang berujung dengan saling lempar botol-botol minuman air mineral. Kemudian susana kembali kondusif.
Setelah berselisihnya kedua arak-arakan tambua tasa tersebut kembali ke rumah tabuik masing-masing untuk meletakan hasil tebasan pohon pisang ke daraga rumah tabuik.
Prosesi Manabang Pisang yang dilakukan dengan satu kali tebasan tersebut dimaknai/menggambarkan tajamnya pedang yang digunakan oleh Raja Yazid Bin Umaiyah pada saat bertempur di perang Padang Karbala sehingga membunuh Hussein Bin Ali yang merupakan cucu dari Nabi Muhammad SAW.
Kegiatan prosesi Manabang Batang Pisang dalam rangkaian kegiatan pesona budaya tabuik Piaman 2025, dilakukan pengamanan di masing – masing lokasi yang dipimpin oleh Kabag Ops Polres Pariaman AKP Rachmat diikuti PJU Polres Pariaman dan personil pengamanan sesuai dengan Surat Perintah Kapolres Pariaman Nomor : SPRIN/ 643/ VI/HUK.6.6./2025.

Tinggalkan komentar