
TBNEWSSUMBAR.ID – Dalam upaya menjaga kenyamanan dan keamanan pengunjung, Kepolisian Sektor (Polsek) Pasaman, Resor Pasaman Barat menggelar kegiatan pencegahan praktik pungutan liar (pungli) dan premanisme di Objek Wisata Pohon Seribu, Minggu (6/7/2025).
Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kapospol Sasak, Aiptu Zalman, bersama personel Bhabinkamtibmas Nagari Sasak, Aipda Eko Hendria, dengan melibatkan sejumlah personel lainnya.
Kapolres Pasaman Barat, AKBP Agung Tribawanto, S.Ik, melalui Kapolsek Pasaman AKP Zulfikar, menyampaikan bahwa operasi Pekat ini bertujuan mencegah munculnya aksi premanisme maupun pungli yang dapat meresahkan wisatawan.
“Kami ingin memastikan seluruh wisatawan yang berkunjung merasa aman dan nyaman, tanpa ada gangguan dari oknum yang memanfaatkan situasi untuk melakukan pungutan tidak resmi atau tindakan premanisme,” ujar Kapolsek.
Dalam pelaksanaannya, Aiptu Zalman dan Aipda Eko Hendria menyisir area parkir, lokasi pintu masuk, serta area kuliner di sekitar Pohon Seribu. Personel secara langsung melakukan pendekatan persuasif kepada pengunjung, sekaligus mengimbau kepada pengunjung wisata jika menemukan praktik pungli ataupun tindakan premanisme segera melapor kepada petugas Kepolisian.
Selain itu kami juga mengimbau agar memarkirkan kendaraan hanya di lahan yang telah disediakan oleh pihak pengelola, tidak membawa perhiasan berlebihan, guna meminimalkan risiko menjadi sasaran kejahatan.
Selain berpatroli, personel Polsek Pasaman juga berkoordinasi dengan pengelola objek wisata untuk memperkuat pos pengamanan dan memastikan keberadaan posko pengaduan berjalan efektif. Aksi ini mendapat sambutan positif dari sejumlah pengunjung yang merasa lebih tenang mengetahui petugas selalu siaga.
Salah satu pengunjung, Reni (21), mengungkapkan, “Saya senang dengan kehadiran petugas hari ini. Sebagai orang yang jarang datang ke sini, kami jadi merasa lebih aman. Informasi soal parkir dan perhiasan juga bermanfaat agar kami bisa lebih waspada.”
Sementara itu, Aiptu Zalman menegaskan bahwa patroli pencegahan semacam ini akan terus digelar secara rutin, terutama pada akhir pekan dan hari libur, saat jumlah pengunjung biasanya membludak. “Intinya, kami hadir untuk melindungi dan melayani masyarakat. Jika ada laporan, kami akan segera tindaklanjuti,” tutur Zalman.
Dengan langkah-langkah tersebut, diharapkan Objek Wisata Pohon Seribu Sasak dapat menjadi destinasi yang aman, nyaman, dan bebas dari praktik pungli serta gangguan premanisme. Para pengelola dan petugas keamanan juga diharapkan terus berkolaborasi agar setiap pengunjung memperoleh pelayanan terbaik tanpa rasa khawatir. (HumasResPasbar)

Tinggalkan komentar