Tokoh Masyarakat Sijunjung Bergandengan Tangan dengan Polda Sumbar Berantas Tambang Ilegal: “Ini Warisan untuk Anak Cucu”

TBNEWSSUMBAR.ID. Padang, – Operasi penertiban Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) yang digencarkan oleh Polda Sumatera Barat mendapat apresiasi dan respons positif dari berbagai pihak terutama di Kabupaten Sijunjung.

Apesiasi diantaranya datang dari Camat Sijunjung, bapak Chairudin, SE. Ia mengatakan, bahwa setelah dilakukannya penertiban tambang emas ilegal kondisi batang Kuantan diwilayah kami sudah mulai jernih kembali, katanya.

Ia menambahkan,  ini adalah hasil kerjasama semua pihak, kami selaku masyarakat adat Sijunjung siap membantu Polda Sumbar dan jajarannya dalam memberantasn tambang emas ilegal dan menjaga kelestarian Sungai ini.

Sementara itu, Respon positif juga datang dari Walinagari Durian Gadang bapak Yusri dengan mengatakan, setelah penertiban tambang emas ilegal, kondisi sungai Batang Kuantan wilayah kami sudah mulai jernih kembali, ini adalah hasil kerjasama semua pihak.

Ia juga menambahkan bahwa dengan kondisi saat ini, masyarakat adat Sijunjung siap mendukung sepenuhnya kegiatan budaya dihilir termasuk Pacu Jalur Kuantan Singingi Riau,  Sungai ini milik bersama, warisan alam dan budaya yang harus kita fanatik lintas generasi, tambahnya.

Selain itu, ucapan yang sama juga disampaikan oleh Yarlis  Sekretaris Nagari Silokek dan anggota Linmas Hendra mengatakan mendukung sepenuhnya penertiban tambang emas ilegal diwilayah Kabupaten Sijunjung.

Masyarakat adat Kabupaten Sijunjung ini menilai, kegiatan ilegal ini tidak hanya merusak alam, tetapi juga mengikis tatanan sosial dan adat istiadat yang sudah ada sejak turun-temurun.

Dalam dukungannya, para tokoh masyarakat ini menekankan bahwa tanah dan air adalah sumber kehidupan, dan merusaknya sama saja dengan membunuh masa depan anak cucu.

Dukungan dari tokoh masyarakat dan adat ini menjadi angin segar bagi upaya penegakan hukum. Dengan adanya suara dari tokoh-tokoh yang dihormati, diharapkan kesadaran masyarakat akan bahaya PETI semakin meningkat.

Mamak adat juga mengimbau seluruh masyarakat untuk tidak terlibat, bahkan melaporkan jika ada aktivitas PETI di lingkungan mereka.*