Sejarah Baru di Tanah Datar: Kapolres Tanah Datar dan Demonstran HMI Bersatu dalam Sholat Ghaib, Bukti Kedewasaan Berdemokrasi

TBNews Sumbar. Tanah Datar – Di tengah suasana aksi unjuk rasa, Kapolres Tanah Datar, AKBP Dr. Nur Ichsan Dwi Septiyanto, S.H., S.I.K., M.I.K., menunjukkan sikap humanis dengan mengajak para demonstran dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) untuk melaksanakan salat Asar berjamaah. Momen yang jarang terjadi ini berlangsung di halaman kantor DPRD setempat, senin(1/9).

Diawali dengan kumandang azan oleh Kapolres Tanah Datar, Personil polres tanah datar dengan cepat  mempersiapkan tempat sholat di depan halaman kantor DPRD. Seluruh mahasiswa dan anggota DPRD tanah datar serta petugas keamanan langsung berwudhu untuk menunaikan sholat ashar berjamaah. Hal ini sangat menarik mengingat pelaksanaan sholat ini baru pertama kali dilakukan saat adanya unjuk rasa di tanah datar.

Kapolres juga mengajak para mahasiswa dan seluruh pihak yang terlibat untuk menggelar salat gaib yang dipimpin langsung ketua MUI Tanah Datar Ustad Yasin. Shalat ini ditujukan untuk mendoakan para korban yang meninggal dunia dalam aksi unjuk rasa yang terjadi di beberapa wilayah.

Aksi damai ini diikuti oleh seluruh pihak yang hadir, termasuk para mahasiswa HMI, anggota DPRD dari berbagai fraksi, ketua MUI Tanah Datar, Ketua LKAM Tanah Datar dan personel pengamanan. Suasana khidmat terasa saat mereka menunaikan shalat dan dilanjutkan dengan doa bersama. Doa tersebut dipanjatkan demi kedamaian dan keutuhan bangsa Indonesia, agar terhindar dari perpecahan. Di akhir aksi, Ketua LKAM dan Ketua MUI menyampaikan nasihat adat dan agama serta menyampaikan ucapan terima kasih  kepada mahasiswa HMI Tanah Datar.

Inisiatif Kapolres Tanah Datar ini mendapat respons yang sangat positif dari para mahasiswa HMI. Mereka menyampaikan rasa terima kasih atas pengamanan serta pelayanan yang diberikan oleh Polres Tanah Datar selama aksi unjuk rasa berlangsung. Momen ini menjadi bukti bahwa komunikasi dan pendekatan yang baik bisa menciptakan suasana yang kondusif, bahkan di tengah perbedaan pandangan.