
TBNewssumbar – Dalam simulasi bencana tsunami yang digelar Pemerintah Kota Padang pagi ini, ratusan personel Polri dari Polresta Padang dan Polda Sumbar menunjukkan dedikasi tinggi dengan membantu evakuasi pelajar serta warga sekitar menuju tempat evakuasi sementara (shelter) di SMPN 7 Padang. Aksi cepat dan terkoordinasi ini menjadi sorotan utama dalam drill yang melibatkan ribuan peserta.
Sirene peringatan tsunami berbunyi nyaring pukul 10.00 WIB, menandai dimulainya simulasi. Seketika, pelajar dari SD dan SMP di wilayah Kecamatan Padang Barat serta warga dari kampung-kampung pesisir bergegas meninggalkan area rawan. Namun, di tengah kepanikan simulasi, personel Polri dengan seragam lengkap dan rompi pengaman langsung turun tangan.
“Kami prioritaskan anak-anak dan lansia. Jangan panik, ikuti arahan kami!” seru AKP Heru Gunawan, salah satu petugas yang memimpin evakuasi di SMPN 7 Padang.
Personel kepolisian diturunkan membantu warga untuk membantu warga menuju tempat evakuasi sementara.
Seperti halnya yang dilakukan oleh personel kepolisian dalam membantu siswa SD, SMP dan warga sekitar untuk menuju tempat evakuasi sementara di selter SMPN 7 Padang.
Terlihat petugas menggendong pelajar yang kesulitan berjalan cepat, sambil mengarahkan warga lansia menuju Shelter SMPN 7 Padang, yang dirancang sebagai titik kumpul sementara dengan kapasitas hingga 1.500 orang, dipenuhi peserta dalam waktu singkat.
“Ini latihan untuk kesiapsiagaan nyata. Kolaborasi Pemko Padang bersama Polri dan instansi terkait berjalan lancar,” kata Kabid humas Kombes Pol Susmelawati Rosya, usai drill.
Drill tsunami kali ini melibatkan ribuan peserta dan berhasil dievakuasi dalam waktu kurang dari 30 menit. Polda Sumbar menekankan pentingnya latihan rutin untuk meminimalisir korban jika bencana sesungguhnya terjadi. “Polri siap 24 jam melindungi masyarakat,” tegas Kabidhumas.
Simulasi ini menjadi bukti komitmen aparat dalam menghadapi ancaman gempa dan tsunami di wilayah rawan seperti Padang.
“Ini adalah langkah preventif penting agar masyarakat Sumbar, khususnya Kota Padang siap menghadapi ancaman megathrust yang nyata, bukan sekadar latihan, Warga diimbau tetap waspada dan mengikuti jalur evakuasi resmi.” tutup Kabid Humas.

Tinggalkan komentar