Dedikasi Polri Tanpa Batas: Asrama Polsek Pauh Terendam Lumpur 1 Meter, Personel Tetap Turun Bantu Korban Banjir Bandang

TBNewssumbar — Meski asrama Polsek Pauh, Kota Padang,  terendam lumpur setinggi hampir 1 meter akibat banjir bandang yang melanda pada Kamis (27/11). Hal itu tak menghentikan langkah puluhan personel Polri yang bertempat tinggal di sana untuk tetap mengutamakan pengabdian kepada masyarakat.

Lumpur tebal berwarna cokelat pekat memenuhi seluruh ruangan asrama, mulai dari kamar tidur, ruang keluarga, hingga dapur. Kasur, lemari pakaian, peralatan elektronik, dan barang-barang pribadi personel tenggelam dalam lumpur. Bahkan sepeda motor dinas dan pribadi terpaksa “berenang” di dalam genangan.

Namun, alih-alih sibuk menyelamatkan harta benda pribadi, para Bhayangkara ini justru langsung bergerak membantu warga yang terdampak lebih parah. Sejak pagi hari, personel Polsek Pauh yang dipimpin langsung Kapolsek AKP Nazirwan sudah terjun ke lokasi-lokasi terparah di Kelurahan Limau Manis, Gurun Laweh, dan daerah terdampak.

“Kami memang kehilangan tempat tinggal sementara, tapi masyarakat kehilangan lebih banyak lagi. Rumah mereka hancur, harta benda hilang, ada yang sampai kehilangan anggota keluarga. Jadi kami harus tetap maju membantu,” ujarnya dengan suara parau, sambil tetap memimpin evakuasi warga menggunakan perahu karet di tengah lumpur setinggi dada.

Salah seorang anggota Polri Aiptu Puldianto yang rumahnya paling parah terendam, terlihat berjibaku membantu warga untuk  menuju posko pengungsian. “Kasur saya sudah hancur, motor juga terendam, tapi itu bisa diganti nanti. Nyawa masyarakat tidak bisa,” katanya singkat.

Personel Polsek Pauh yang asramanya terendam tersebut berhasil Mengevakuasi warga ke tempat aman. Mendistribusikan paket makanan siap saji,  Membantu membersihkan rumah warga yang terendam lumpur  serta Mendirikan posko darurat dan dapur umum.

Terharu melihat pengabdian mereka yang tetap mengedepankan Tribrata dan Catur Prasetya meski sedang menjadi korban bencana.

“Polisi ini luar biasa. Rumahnya sendiri hancur, tapi malah bantu kami duluan. Salut sekali,” ucap salah seorang warga (42), warga pauh yang rumahnya juga terendam.

Hingga berita ini diturunkan, personel Polsek Pauh masih terus berjibaku di lapangan meski belum sempat membersihkan asrama mereka sendiri. Pengabdian tanpa pamrih ini menjadi bukti nyata bahwa sumpah Tribrata dan Catur Prasetya bukan sekadar kata-kata, melainkan napas kehidupan seorang Bhayangkara sejati.

“Selama masyarakat masih membutuhkan, kami akan tetap ada di sini. Asrama bisa dibersihkan nanti, yang penting masyarakat selamat dulu,” tutup AKP Nazirwan, sambil kembali mengangkat karung pasir untuk menahan banjir susulan.

Salut untuk personel Polsek Pauh! 
Pengabdian kalian adalah teladan bagi bangsa.(red)