
TBNews Sumbar – Polda Sumatera Barat (Sumbar) terus bergerak cepat dalam fase pemulihan pasca bencana banjir bandang, memusatkan operasi di dua titik krusial di wilayah Kelurahan Koto Tangah dan Lubuk Minturun. Kegiatan penanganan di lapangan dikoordinasikan melalui Posko 6 dan Posko 7, yang beroperasi penuh selama 1×24 jam.
Posko 6 dipimpin langsung oleh Dirbinmas Polda Sumbar, Kombes Pol Tedy Rayendra, S.I.K., sementara Posko 7 dipimpin oleh AKBP Dr. Budi Prayitno, M.H., guna memastikan seluruh kegiatan pemulihan berjalan efektif dan terstruktur.
Selama periode Jumat (5/12/2025), fokus utama kegiatan yang dilakukan oleh tim gabungan Posko 6 dan 7 (Sungai Duo dan Sei Lareh) meliputi Aksi Bersih Massal, berupa melaksanakan kegiatan bakti sosial pembersihan material lumpur di rumah warga terdampak, termasuk di Perumahan Madani, dengan dukungan alat operasional dari Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Padang.
Dalam kesempantan itu, Kaposko terus aktif berkoordinasi dengan masyarakat setempat untuk mendengarkan dan menampung aspirasi serta kendala yang dihadapi pasca bencana.
Tidam itu saja, Kaposko melakukan pengawasan dan pengendalian terhadap pengerjaan alat berat yang digunakan di lokasi pembersihan sekaligus menerima berbagai bantuan sosial (sembako) dari masyarakat, dinas/instansi pemerintah, dan pihak swasta untuk segera didistribusikan.
Selain itu, Kaposko juga turun langsung memastikan kondisi kesehatan personel Satgas yang standby di posko melalui pengecekan rutin dari Sidokkes Polda Sumbar.
Dirbinmas Polda Sumbar sekaligus Kaposko 6, Kombes Pol Tedy Rayendra, menyatakan bahwa kegiatan di posko saat ini diarahkan untuk mempercepat pemulihan lingkungan dan memastikan komunikasi dua arah dengan warga berjalan lancar.
“Fokus kami saat ini adalah mempercepat pembersihan material sisa banjir yang menghambat aktivitas warga, terutama di kawasan Perumahan Madani. Kami bersinergi dengan Damkar Kota Padang untuk memaksimalkan daya semprot.
Selain itu, yang paling penting, kami terus berkomunikasi dengan masyarakat. Aspirasi dan kendala yang mereka sampaikan menjadi dasar pengambilan keputusan kami di posko, sehingga bantuan dan penanganan yang diberikan benar-benar sesuai dengan kebutuhan riil di lapangan,” jelas Kombes Pol Tedy Rayendra.
Ia juga menambahkan bahwa kesiapan personel tetap menjadi perhatian utama, dibuktikan dengan adanya standby tim kesehatan untuk memonitor kondisi fisik anggota yang bekerja keras membersihkan lingkungan pasca banjir.
Kegiatan di Posko 6 dan 7 akan terus dilanjutkan untuk memastikan wilayah Koto Tangah dan Lubuk Minturun dapat pulih sepenuhnya dan warga dapat kembali beraktivitas normal.(red)

Tinggalkan komentar