
TBNews Sumbar – Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Barat Irjen Pol. Gatot Tri Suryanta, M.Si., CSFA meninjau langsung sekaligus melepas pelaksanaan uji coba sistem buka–tutup jalur di ruas Jalan Padang–Bukittinggi via Silaing, Senin (15/12/2025) sore.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Sahli Polda Sumbar, Kabid Humas Polda Sumbar, Kapolres Padang Pariaman, Kapolres Padang Panjang, serta perwakilan dari Kementerian Pekerjaan Umum.
Dalam uji coba tersebut, berbagai jenis kendaraan diizinkan melintas, mulai dari kendaraan roda dua, roda empat, hingga kendaraan pengangkut BBM dengan pengaturan muatan tertentu. Kebijakan ini diberlakukan sebagai bagian dari upaya normalisasi arus lalu lintas pasca pengerjaan dan penanganan di sejumlah titik rawan pada jalur tersebut.
Kapolda Sumbar Irjen Pol. Gatot Tri Suryanta menjelaskan bahwa uji coba buka–tutup jalur ini akan dilaksanakan selama enam hari ke depan dengan jam operasional tertentu.
“Kami melakukan uji coba jalan dari Padang menuju Bukittinggi. Uji coba ini dilaksanakan selama enam hari ke depan, mulai pukul 16.00 WIB hingga pukul 09.00 WIB pagi hari,” ujar Kapolda.
Ia menambahkan, evaluasi akan dilakukan setiap hari guna memastikan kelancaran serta keamanan pengguna jalan selama masa uji coba berlangsung.
“Setiap hari akan kami evaluasi. Kami juga memohon kesabaran masyarakat karena pada saat pengerjaan terdapat sekitar 15 titik pekerjaan, sehingga masih banyak alat berat yang digunakan. Kondisi ini berpotensi menimbulkan antrean meskipun jalur sudah dibuka,” jelasnya.
Lebih lanjut, Kapolda menegaskan bahwa Polda Sumbar bersama seluruh instansi terkait akan terus bersinergi dalam memberikan pengamanan dan pelayanan kepada masyarakat pengguna jalan.
“Kepolisian bekerja sama dengan semua pihak terkait akan membantu memberikan pengamanan dan pelayanan, sehingga masyarakat pengguna jalan dapat melintas dengan aman dan lancar. Yang kita utamakan adalah keselamatan masyarakat pengguna jalan,” tegas Kapolda.
Dengan diberlakukannya uji coba ini, diharapkan aktivitas transportasi dan mobilitas masyarakat pada jalur strategis Padang–Bukittinggi dapat kembali berjalan secara bertahap, aman, dan terkendali.

Tinggalkan komentar