Komitmen Bantu Masyarakat,  Kapolda Sumbar : Siap Bangun 300 Titik Air Bersih, “Jangankan 150, Kalau Perlu 300!”

TBNews Sumbar – Kapolda Sumatera Barat Irjen Pol Gatot Tri Suryanta menegaskan komitmen tinggi Polda Sumbar dalam membantu masyarakat mengatasi krisis air bersih pascabencana. Dalam rapat koordinasi bersama Forkopimda dan instansi terkait, Kapolda bahkan menyatakan kesiapannya membangun hingga 300 titik air bersih jika dibutuhkan.

“Kebutuhan masyarakat mana yang lebih urgent dulu. Jangankan 150, kalau perlu tak kasih 300!” tegas Irjen Pol Gatot Tri Suryanta dengan penuh semangat.

Program ini akan difokuskan di lima wilayah terdampak, yaitu Kabupaten Padang Pariaman, Kota Padang, Kota Padang Panjang, Kabupaten Agam, dan Kota Solok. Polda Sumbar telah menyiapkan seluruh sarana pendukung berupa tandon air, rangka besi, serta pompa, sementara Balai Wilayah Sungai (BWS) V akan menangani pengeboran sumur.

“Kami sudah siapkan torn-nya, kerangkanya, plus pompanya. Balai Sungai sanggup ngebor 150 titik. Ini langsung lebih cepat, lebih bagus. Izin lokasinya saja dulu dikasih, nanti kami cek,” ujar Kapolda.

Lebih lanjut, Kapolda menyerahkan penentuan titik prioritas kepada pemerintah daerah. “Bapak-bapak yang nentuin lho, Kabupaten dong Pak, bukan saya. Yang penting saya ngasih torn-nya sama pompanya. Siap urusan ngebor,” tambahnya.

Program penyediaan 150 titik air bersih ini diharapkan menjadi solusi jangka panjang bagi masyarakat terdampak banjir dan longsor di Sumatera Barat, dengan potensi perluasan hingga 300 titik sesuai kebutuhan riil di lapangan.

Pernyataan tersebut disampaikan Irjen Pol Gatot Tri Suryanta saat peninjauan dilapangan yang dihadiri langsung oleh Bupati Padang Pariaman, Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) V, Pelaksana Tugas (Kalaksa) BPBD Sumbar, serta Wakil Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Program ini dilaksanakan melalui kerja sama dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) V. Polda Sumbar telah menyiapkan seluruh sarana pendukung, termasuk tandon air, rangka, dan pompa, sementara BWS V bertanggung jawab melakukan pembangunan sumur bor.

“Kami harap program ini tidak hanya menyelesaikan masalah jangka pendek, tetapi juga memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat sehingga kebutuhan air bersih dapat terpenuhi secara berkelanjutan,” ujar Kapolda.

Pembangunan 150 hingga 300 titik air bersih ini menjadi salah satu langkah konkret dalam mendukung pemulihan pascabencana di Sumatera Barat, khususnya setelah terjadinya banjir dan longsor yang melumpuhkan akses air bersih di sejumlah wilayah.(red)