
TBNews Sumbar – Polres Padang Panjang menyalurkan bantuan logistik berupa toren air dan mesin pompa kepada masyarakat terdampak bencana galodo (banjir bandang) yang melanda wilayah Sumatera Barat akhir November 2025 lalu. Bantuan ini merupakan inisiatif dari Kapolda Sumatera Barat melalui Biro Logistik Polda Sumbar, untuk memenuhi kebutuhan air bersih yang menjadi prioritas utama pascabencana.
Sebanyak 20 unit mesin pompa air dan 10 unit toren berkapasitas 1.000 liter lengkap dengan kaki toren serta pipa instalasi didistribusikan secara langsung ke warga di wilayah hukum Polres Padang Panjang.
Bantuan tersebut dialokasikan ke tiga nagari terdampak, yaitu empat set toren di Nagari Padang Laweh Malalo, empat set di Nagari Guguk Malalo, serta dua set di Nagari Sumpur, Kabupaten Tanah Datar.
Di lokasi pendistribusian, petugas Polres Padang Panjang bersama warga bergotong royong menurunkan barang bantuan, memasang kaki toren, menyusun pipa instalasi, hingga menguji fungsi pompa air. Air bersih pun kembali mengalir, disambut senyum lega dari para penerima manfaat.
Salah seorang warga di Nagari Sumpur yang terdampak banjir bandang mengucapkan rasa syukur atas bantuan tersebut. ” Saya mewakili keluarga yang terdampak di Nagari Sumpur mengucapkan terima kasih kepada Bapak Kapolda Sumbar dan Kapolres serta Pak Kapolsek yang telah memberikan toren air. Semoga bermanfaat bagi kami dan menjadi amal ibadah bagi bapak-bapak sekalian,” ujarnya.
Warga lain juga menyampaikan ucapan terima kasih serupa kepada Kapolres beserta jajaran, menyebut bantuan ini sebagai berkah dan tanda kehadiran negara di tengah kesulitan.
Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Pol Susmelawati Rosya, menyatakan bahwa penyaluran bantuan ini merupakan bagian dari komitmen Polri untuk selalu hadir di tengah masyarakat.
“Melalui kegiatan ini, Polres Padang Panjang kembali menegaskan bahwa Polri bekerja bersama rakyat dan untuk rakyat. Di balik setiap toren yang terpasang dan tetes air yang mengalir, tersimpan pesan kuat bahwa negara tidak pernah meninggalkan rakyatnya dalam masa sulit,” kata Kombes Pol Susmelawati Rosya.
Bencana galodo akhir November 2025 menyebabkan kerusakan infrastruktur dan gangguan akses air bersih di sejumlah wilayah Sumbar, termasuk Padang Panjang dan sekitarnya.
Bantuan ini diharapkan mempercepat proses pemulihan dan mengembalikan aktivitas harian masyarakat.
(Tim)

Tinggalkan komentar