
TBNews Sumbar – Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Wakapolri) Komjen Pol Prof. Dr. Dedi Prasetyo menyerahkan bantuan secara simbolis kepada masyarakat terdampak banjir bandang dan tanah longsor di Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat. Kegiatan ini berlangsung di halaman depan Markas Polres Padang Pariaman pada Minggu (28/12/2025).
Bantuan diserahkan secara simbolis kepada perwakilan SMP Batang Anai, SD 05 Sungai Buluh, Wali Nagari 12×11 Kayu Tanam, Wali Nagari Lubuk Alung, serta marbot masjid setempat. Wakapolri juga menyerahkan bantuan kepada Polres Padang Pariaman yang diterima langsung oleh Kapolres Padang Pariaman AKBP Ahmad Faisol Amir.
Selanjutnya, Wakapolri melepas rangkaian bantuan logistik yang didistribusikan secara door to door menggunakan sepeda motor untuk menjangkau wilayah terdampak di Lubuk Alung dan Batang Anai. Pelepasan juga mencakup enam truk bantuan berbagai jenis, termasuk dapur lapangan Brimob, ambulans beserta tenaga medis, tangki air bersih, tiga unit alat berat excavator, serta truk pengangkut puing-puing bangunan runtuh akibat banjir bandang.
Bantuan tersebut merupakan kontribusi dari Polri dan masyarakat, sebagai bagian dari upaya percepatan pemulihan pascabencana hidrometeorologi yang melanda Sumatera Barat sejak akhir November 2025.
Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Susmelawati Rosya menyatakan, “Kegiatan ini menunjukkan komitmen Polri untuk hadir langsung di tengah masyarakat terdampak. Penyerahan bantuan simbolis dan pelepasan konvoi logistik ini diharapkan dapat segera meringankan beban warga, khususnya di kecamatan-kecamatan prioritas seperti Lubuk Alung dan Batang Anai. Distribusi door to door dengan sepeda motor memastikan bantuan tepat sasaran, sementara alat berat dan fasilitas medis akan mempercepat pembukaan akses serta pemulihan kesehatan dan infrastruktur.”
Kombes Pol Susmelawati Rosya menambahkan bahwa sinergi antara Polri, pemerintah daerah, dan relawan terus ditingkatkan untuk memastikan pemulihan berjalan maksimal menjelang tahun baru dan bulan suci Ramadan mendatang.
Penanganan bencana di Sumatera Barat masih berfokus pada rehabilitasi infrastruktur, distribusi logistik, dan dukungan kesehatan bagi ribuan jiwa yang terdampak.
(Red)

Tinggalkan komentar