Wakapolri Lepas Bantuan Pascabencana untuk Masyarakat di Sumatera Barat

TBNews Sumbar – Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Wakapolri) Komjen Pol Prof. Dr. Dedi Prasetyo menyatakan komitmen Polri untuk terus mendampingi masyarakat terdampak bencana banjir bandang dan tanah longsor di Sumatera Barat, khususnya di Kabupaten Padang Pariaman.

Dalam kunjungannya ke Padang Pariaman pada Minggu (28/12/2025), yang disambut Kapolda Sumbar Irjen Pol Gatot Tri Suryanta,  Wakapolda Sumbar Brigjen Pol Solihin,  Bupati Padang Pariaman John Kenesi Azis serta pejabat utama Polda Sumbar, Wakapolri menyampaikan sejumlah perkembangan pemulihan infrastruktur yang dilakukan oleh Polda Sumatera Barat bersama pemerintah daerah, dan stakeholder lainnya.

“Progres pembangunan jembatan darurat di beberapa titik sudah cukup signifikan. Di Palembayan, Kabupaten Agam, sudah mencapai 80 persen dan hari ini sudah bisa dilalui masyarakat. Di Malalak, Kabupaten Agam, progres 80 persen dan segera selesai. Di Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman, mencapai 17 persen, dan kami telah mengerahkan alat berat tambahan untuk mempercepat proses,” ujar Wakapolri.

Ia menambahkan, jembatan di Koto Singkarak, Kabupaten Solok, masih dalam tahap persiapan material, sementara di Sumani, Kabupaten Solok, sudah 100 persen dan dapat dioperasikan secara maksimal. Jembatan di Kabupaten Agam juga sudah bisa dilalui roda dua dan pejalan kaki, melayani sekitar 1.135 jiwa.

Beberapa jembatan darurat akan ditingkatkan menjadi jembatan Bailey dengan kapasitas hingga di bawah 10 ton untuk kendaraan roda empat.

Wakapolri juga menyampaikan dukungan alat berat tambahan sebanyak lima unit yang diberangkatkan, ditambah enam unit lain yang sudah operasional di Kabupaten Agam dan Padang Pariaman. Prioritas diberikan pada tiga kecamatan di Padang Pariaman yang terdampak cukup berat.

Untuk kebutuhan air bersih, Polri telah membangun sekitar 150 titik sumur bor dari target 300 titik, serta mengerahkan tujuh tangki air untuk pengungsi di Padang Pariaman dan Agam.

Pada hari yang sama, Polri mendistribusikan paket sembako sebanyak 30 ton menggunakan 100 kendaraan roda dua dan 200 personel gabungan. Paket tersebut mencakup 25 ton beras, gula, minyak goreng, mie instan, air mineral, biskuit, sarden, teh, selimut, sarung, handuk, ember, baskom, panci, serta kebutuhan khusus wanita dan pampers anak-anak.

Dalam rangka pemulihan jangka menengah, Polri bekerja sama dengan pemerintah daerah untuk membangun hunian sementara (huntara) di tiga lokasi, termasuk 100 unit di Anduring, Padang Pariaman, dan 100 unit di Limau Manis, Pesisir Selatan. Pembangunan asrama untuk siswa terdampak juga direncanakan mulai Januari 2026.

Menjelang tahun ajaran baru, Wakapolri menyerahkan bantuan pendidikan berupa 200 tas dan alat tulis, 200 seragam SD, 200 seragam SMP, 200 sepatu, serta paket trauma healing untuk anak-anak terdampak.

Kunjungan ini merupakan yang keempat bagi Wakapolri setelah sebelumnya meninjau Aceh Utara, Aceh Tamiang, dan Tapanuli Tengah. Ia menekankan persiapan dini menghadapi Ramadan pada Februari 2026, termasuk pemenuhan kebutuhan tempat ibadah seperti karpet, Alquran, dan air bersih di masjid serta rumah sakit.

“Polri akan terus hadir di tengah masyarakat, memastikan kebutuhan dasar terpenuhi, akses logistik terbuka, dan pemulihan kesehatan serta ekonomi berjalan maksimal,” tegas Wakapolri Dedi Prasetyo.

Penanganan bencana hidrometeorologi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat yang terjadi sejak akhir November 2025 masih berlanjut, dengan fokus saat ini pada rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur.


(Red)