Langkah Cepat Bhabinkamtibmas dan Pemerintahan Nagari Taram Antisipasi Bencana Banjir dan Longsor

TBNews Sumbar — Sebagai bentuk kepedulian terhadap keselamatan masyarakat serta upaya pencegahan dini terhadap potensi bencana alam, Bhabinkamtibmas Nagari Taram bersama Pemerintahan Nagari dan unsur terkait melaksanakan langkah cepat melalui musyawarah dan diskusi bersama masyarakat Jorong Tanjung Ateh.

Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Minggu, 28 Desember 2025, sekira pukul 20.30 WIB hingga 23.00 WIB, bertempat di Mushola Babussalam Jorong Tanjung Ateh, Nagari Taram, Kecamatan Harau, Kabupaten Lima Puluh Kota.

Musyawarah ini dihadiri oleh Wali Nagari Taram, Bhabinkamtibmas Nagari Taram Bripka Yolan Ricardo, Ketua Bamus, Ketua KAN, Kepala Jorong Tanjung Ateh, serta anggota LPHN Taram, dan diikuti oleh masyarakat setempat yang selama ini bekerja sebagai pencari kayu api dan batu pondasi di kawasan Hutan Kapalo Banda Jorong Tanjung Ateh.
Dalam kegiatan tersebut, Bripka Yolan Ricardo menyampaikan arahan dan himbauan secara persuasif kepada masyarakat agar menghentikan aktivitas pengambilan kayu api dan batu pondasi di kawasan tersebut, mengingat lokasi tersebut merupakan kawasan hutan lindung yang wajib dijaga kelestariannya.

Dijelaskan bahwa aktivitas penebangan kayu dan pengambilan material batu di kawasan hutan lindung tidak hanya melanggar ketentuan hukum yang berlaku, namun juga berpotensi besar menimbulkan bencana alam seperti banjir dan tanah longsor, yang dapat membahayakan keselamatan warga serta merusak lingkungan sekitar.
Melalui dialog yang humanis, Bhabinkamtibmas bersama Pemerintahan Nagari mengajak masyarakat untuk mencari alternatif mata pencaharian lain yang lebih aman, legal, dan berkelanjutan, demi kepentingan bersama serta masa depan generasi mendatang.

Kapolsek Harau AKP Gusmanto, S.H., M.Si. menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap langkah preventif yang dilakukan oleh Bhabinkamtibmas dan Pemerintahan Nagari Taram. Ia berharap kegiatan ini dapat menjadi contoh dan acuan bagi nagari-nagari lain, khususnya yang berada di wilayah rawan banjir dan tanah longsor, agar lebih peduli terhadap pelestarian lingkungan dan keselamatan masyarakat.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan terbangun kesadaran kolektif masyarakat untuk menjaga kawasan hutan lindung, sekaligus memperkuat sinergitas antara Polri, pemerintah nagari, dan seluruh elemen masyarakat dalam menciptakan situasi kamtibmas yang aman, kondusif, dan berkelanjutan.

Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan kondusif, serta mendapat respon positif dari masyarakat yang hadir.