
TBNews Sumbar – Ketua Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Sumatera Barat Prof. Dr. H. Fauzi Bahar Datuk Nan Sati menyampaikan terima kasih sekaligus saran konkret kepada Polda Sumbar terkait penanganan banjir bandang dan longsor yang melanda wilayah tersebut akhir November 2025.
Pernyataan itu disampaikan Prof. Fauzi Bahar saat menghadiri acara rilis akhir tahun 2025 Polda Sumbar di lantai 4 Markas Polda Sumbar, Rabu (31/12/2025).
“Atas nama masyarakat, kami mengucapkan terima kasih yang sungguh menggerakkan hati atas kerja luar biasa jajaran Polda Sumbar. Tangis anak-anak kami yang terdampak bencana Alhamdulillah cepat terobati berkat kehadiran dan bantuan Polda,” ujar Prof. Fauzi Bahar.
Bencana hidrometeorologi yang melanda Sumatera Barat sejak akhir November 2025 telah menyebabkan ratusan korban jiwa, rumah rusak, serta kerugian infrastruktur termasuk irigasi pertanian yang masif. Kehadiran cepat Polda Sumbar dalam evakuasi, distribusi bantuan, trauma healing, dan pemulihan akses menjadi harapan besar bagi masyarakat untuk bangkit kembali.
Sepanjang penanganan bencana, Polda Sumbar di bawah komando Kapolda Irjen Pol Gatot Tri Suryanta telah mengerahkan ribuan personel untuk evakuasi korban di lokasi terisolir, pencarian jenazah, serta distribusi logistik darurat seperti makanan siap saji, air bersih, selimut, dan obat-obatan.
Selain itu, Polda Sumbar menyediakan alat berat untuk pembersihan material longsor, mendirikan posko kesehatan, melakukan trauma healing khusus bagi anak-anak dan korban, serta mengamankan distribusi bantuan agar tepat sasaran.
Upaya ini tidak hanya memberikan rasa aman bagi masyarakat terdampak di berbagai kabupaten seperti Agam, Tanah Datar, Padang Pariaman, dan Kota Padang, tetapi juga mempercepat proses pemulihan infrastruktur vital seperti jalan dan jembatan yang putus akibat galodo.
Dedikasi tersebut menjadi salah satu pilar utama dalam respons bencana yang melibatkan sinergi dengan instansi terkait dan relawan, sehingga memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian di tengah musibah yang menewaskan ratusan jiwa tersebut.
Dr. Fauzi Bahar juga menyoroti kerusakan irigasi yang parah pascabencana, khususnya di Kota Padang. “Irigasi untuk sawah-sawah saat ini zero. Ada sekitar 4.200 hektare sawah di Kota Padang yang irigasinya rusak total dan kami yakin belum akan normal dalam 6 hingga 10 bulan ke depan,” katanya.
Sebagai solusi jangka pendek, Prof. Fauzi Bahar mengusulkan pengalihan tanam dari padi ke jagung. “Kami sarankan 4.200 hektare sawah itu dialihkan tanam jagung terlebih dahulu. Ini bisa menjawab kekurangan sekitar 400 ton jagung yang kita butuhkan,” tambahnya seraya menyebut usulan serupa telah disampaikan kepada Menteri Pertanian.
Acara rilis akhir tahun tersebut juga dihadiri ketua DPRD Provinsi Sumbar Muhidi, Wakapolda Sumbar, jajaran Forkopimda, dan pejabat utama Polda Sumbar.
(Red)

Tinggalkan komentar