Bantuan Kapolri, Brimob Polda Sumbar Bangun Jembatan Bailey Presisi di Agam untuk Pulihkan Ekonomi Warga

Rencana lokasi akan dibangun Jembatan Bailey

TBNews Sumbar – Kepedulian Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si. terhadap masyarakat terdampak bencana alam di Sumatera Barat kembali diwujudkan melalui bantuan pembangunan dua unit Jembatan Bailey di Kabupaten Agam. Pembangunan jembatan ini didukung penuh oleh Satuan Brimob Polda Sumbar sebagai langkah percepatan pemulihan akses transportasi dan denyut ekonomi warga.

Dua Jembatan Bailey tersebut masing-masing akan dibangun di Palembayan, Kabupaten Agam, dan Maninjau, Kabupaten Agam. Sebagai simbol komitmen Polri yang Presisi dan berorientasi pada kepentingan masyarakat, jembatan di Palembayan akan diberi nama Jembatan Bailey Presisi 1, sedangkan jembatan di Maninjau dinamai Jembatan Bailey Presisi 2.

Salah satu jembatan, yakni Jembatan Bailey Presisi 2, direncanakan dibangun di Batang Tumayo, Jorong Kubu, Nagari Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya. Lokasi ini sebelumnya hanya dihubungkan oleh jembatan darurat berbahan pohon kelapa yang dibangun secara gotong royong oleh personel Brimob bersama masyarakat setempat. Jembatan darurat tersebut hanya mampu dilalui pejalan kaki dan kendaraan roda dua, sehingga belum dapat menunjang aktivitas ekonomi secara optimal.

Jembatan Bailey yang akan dibangun memiliki bentangan sepanjang 25 meter dengan lebar 3 meter. Infrastruktur ini merupakan jalur vital yang menghubungkan Nagari Sungai Batang dengan Nagari Maninjau, sekaligus menjadi jalur penyangga menuju kawasan wisata Kelok 44. Tercatat sekitar 38.689 jiwa menggantungkan mobilitas harian, distribusi hasil pertanian, serta akses pendidikan dan layanan publik pada jalur tersebut.

Dansat Brimob Polda Sumbar, Kombes Pol Lukman Syafri Dandel Malik, menjelaskan bahwa peningkatan status jembatan dari darurat menjadi Jembatan Bailey merupakan kebutuhan mendesak masyarakat.

“Berdasarkan aspirasi warga dan hasil evaluasi di lapangan, jembatan darurat yang ada perlu ditingkatkan menjadi Jembatan Bailey agar dapat dilalui kendaraan roda empat hingga roda enam seperti bus dan truk. Dengan demikian, distribusi hasil pertanian seperti rempah, jagung, dan padi dapat berjalan lancar, sekaligus mendukung akses pendidikan dan kebutuhan dasar masyarakat,” tegasnya.

Pembangunan Jembatan Bailey ini merupakan bagian dari perpanjangan Operasi Kontinjensi Aman Nusa II, sesuai instruksi Kapolda Sumbar, dalam rangka penanganan dan pemulihan wilayah terdampak bencana alam di Sumatera Barat.

Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Pol Susmelawati Rosya, menegaskan bahwa bantuan Kapolri tersebut mencerminkan kehadiran negara di tengah kesulitan masyarakat.

“Bantuan pembangunan Jembatan Bailey dari Bapak Kapolri merupakan wujud nyata kepedulian Polri terhadap masyarakat Sumatera Barat. Polda Sumbar bersama Satbrimob berkomitmen memastikan pembangunan ini berjalan cepat, tepat, dan memberi manfaat langsung bagi masyarakat luas,” ujarnya.

Saat ini, personel Satbrimob Polda Sumbar terus melakukan persiapan teknis di lokasi pembangunan, sekaligus memantau situasi keamanan dan ketertiban masyarakat agar tetap kondusif selama proses pengerjaan berlangsung.

Diharapkan, kehadiran Jembatan Bailey Presisi 1 dan Presisi 2 dapat menjadi pengungkit pemulihan ekonomi, memperlancar mobilitas warga, serta memperkuat kepercayaan publik terhadap kehadiran Polri di tengah masyarakat.

(Tim)