Satbrimob Polda Sumbar Percepat Pembangunan Jembatan Darurat, Akses Warga Terdampak Bencana Kian Pulih

TBNews Sumbar — Komitmen Polri dalam percepatan pemulihan pascabencana terus diwujudkan secara nyata oleh Sat Brimob Polda Sumbar. Melalui Operasi Kontinjensi Aman Nusa II, personel Brimob Nusantara secara bertahap berhasil membangun dan memulihkan akses jembatan darurat di sejumlah wilayah terdampak bencana alam di Sumatera Barat.

Pembangunan jembatan darurat sampai saat ini, tercatat lima jembatan darurat di Kabupaten Agam, Padang Pariaman, dan Solok telah rampung 100 persen dan sudah dapat dilalui masyarakat menjadi prioritas utama karena berfungsi sebagai urat nadi mobilitas masyarakat, jalur distribusi logistik, serta akses pelayanan kesehatan dan pendidikan yang sempat terputus akibat banjir, longsor, dan banjir bandang.

Hingga Minggu, 11 Januari 2026, Sat Brimob Polda Sumbar bersama unsur Brimob Nusantara telah mencatat progres signifikan di beberapa lokasi, di antaranya:

Di Jorong Subarang Aia, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, jembatan darurat sepanjang 12 meter dengan lebar 2 meter telah rampung 100 persen, di Jorong Siniak Aia, Kecamatan Malalak, Kabupaten Agam, jembatan sepanjang 50 meter dan lebar 2,5 meter juga telah selesai 100 persen, serta di Korong Parak Pisang, Kecamatan Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman, jembatan darurat sepanjang 25 meter telah tuntas dan siap digunakan masyarakat.

Dan untuk di Jorong Kapuah, Nagari Sumani, Kecamatan X Koto Singkarak, Kabupaten Solok, jembatan sepanjang 35 meter telah diselesaikan 100 persen, serta di Sungai Durian, Kecamatan Patamuan, Kabupaten Padang Pariaman, jembatan darurat sepanjang 8 meter telah rampung sepenuhnya.

Sementara itu, beberapa titik lainnya masih dalam tahap penyelesaian akhir, seperti di Jorong Kapuah Tangah, Nagari Sumani, Kabupaten Solok, dengan progres mencapai 85 persen,  di Kampung Aua, Jorong Kampung Tengah Barat, Nagari Salareh Aia Timur, Kecamatan Palembayan, telah mencapai 95 persen, serta di Jorong Koto Alam, Nagari Salareh Aia Timur, Kecamatan Palembayan, saat ini memasuki tahap persiapan pembangunan.

Pembangunan jembatan darurat ini dilaksanakan di tengah medan yang tidak mudah, mulai dari kontur tanah labil, cuaca yang berubah-ubah, hingga keterbatasan akses alat berat. Namun, hal tersebut tidak menyurutkan semangat personel Brimob.

Dengan mengerahkan kemampuan SAR, teknik lapangan, serta peralatan khusus, personel Brimob bekerja siang dan malam agar jembatan dapat segera digunakan oleh masyarakat.

Rampungnya jembatan-jembatan darurat ini secara langsung memberikan dampak besar bagi warga terdampak. Aktivitas ekonomi perlahan kembali berjalan, distribusi bantuan menjadi lebih cepat, dan mobilitas warga menuju fasilitas umum kembali normal.

Komandan Satuan Brimob Polda Sumbar Kombes Pol Lukman Syafri Dandel Malik menegaskan bahwa pembangunan jembatan darurat bukan hanya soal infrastruktur, tetapi merupakan bagian dari tanggung jawab kemanusiaan Polri untuk memastikan masyarakat tidak terisolasi pascabencana.

“Selain pembangunan jembatan darurat, Sat Brimob Polda Sumbar juga terus melaksanakan berbagai kegiatan pemulihan lainnya, mulai dari pembangunan hunian sementara (huntara), penyediaan air bersih, dapur lapangan, hingga pelayanan SAR berkelanjutan,” kata Kombes Pol Lukman.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Pol Susmelawati Rosya, menambahkan bahwa aksi ini merupakan bagian dari komitmen Polri dalam memberikan pelayanan prima di bidang kemanusiaan.

“Kegiatan ini adalah bukti bahwa Polri hadir secara utuh. Kami mohon doa dan dukungan masyarakat agar pembangunan jembatan di Salareh Aia dan Huntara lainnya dapat tuntas dalam waktu dekat,” ungkap Kombes Pol Susmelawati.

Upaya ini menjadi bukti bahwa Polri tidak hanya hadir saat darurat, tetapi tetap berada ditengah masyarakat hingga ptoses pemulihan benar benar tuntas.

(Red)