Dukung Ketahanan Pangan Asta Cita, Bhabinkamtibmas Polsek Rao Ajak Warga Koto Nopan Manfaatkan Lahan Kosong

TBNewssumbar – Personel Bhabinkamtibmas Nagari Koto Nopan, Polsek Rao, terus menunjukkan dedikasinya dalam mengawal program pemerintah sekaligus menjaga keselamatan warga binaannya. Dalam kegiatan sambang yang dilaksanakan baru-baru ini, petugas memberikan edukasi mengenai ketahanan pangan hingga mitigasi bencana di Kecamatan Rao Utara, Kabupaten Pasaman.

Selain menjaga kamtibmas, Bhabinkamtibmas aktif menyosialisasikan pemanfaatan lahan kosong kepada masyarakat. Langkah ini dilakukan guna mendukung Program Asta Cita Presiden RI, Prabowo Subianto, khususnya dalam menciptakan kemandirian pangan di tingkat nagari.

“Kami terus mendorong warga untuk tidak membiarkan lahan mereka tidur. Manfaatkan setiap jengkal lahan kosong dengan tanaman yang produktif dan bermanfaat. Jika ini berhasil, maka ketahanan pangan nasional dimulai dari desa kita sendiri,” ujar personel Bhabinkamtibmas Polsek Rao di lokasi.


Mengingat saat ini telah memasuki musim penghujan, Bhabinkamtibmas juga mengeluarkan imbauan keras terkait kewaspadaan terhadap bencana alam. Warga yang bermukim di pinggiran sungai dan kaki bukit diminta ekstra waspada terhadap ancaman banjir dan tanah longsor yang sewaktu-waktu dapat terjadi.

Tidak hanya soal air, ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) juga menjadi materi sosialisasi. Warga diingatkan untuk tidak membuka lahan baru dengan cara membakar, demi menjaga kelestarian lingkungan dan mencegah dampak polusi asap.

Kapolres Pasaman melalui Kasubsi Penmas Iptu Samjianto mengatakan bahwa kehadiran Polri di tengah masyarakat adalah untuk memastikan semua program prioritas pemerintah berjalan selaras dengan keamanan warga.

“Kapolres pasaman telah menginstruksikan seluruh jajaran, terutama para Bhabinkamtibmas, untuk menjadi motor penggerak Program Asta Cita di wilayah masing-masing. Polri harus hadir memberikan solusi bagi pemanfaatan lahan produktif demi kesejahteraan masyarakat,” ujar Kasubsi Penmas.

Lebih lanjut, ia juga menekankan pentingnya respons cepat terhadap cuaca ekstrem. “Keselamatan warga adalah yang utama. Di samping suksesnya ketahanan pangan, saya meminta personel di lapangan terus memantau titik-titik rawan longsor dan banjir agar risiko jatuhnya korban dapat kita minimalisir,” pungkasnya.

(Red)