Gerak Cepat Pascabanjir, Biddokkes Polda Sumbar Terus Berikan Layanan Kesehatan Gratis bagi Puluhan Warga

TBNews Sumbar – Kepolisian Daerah Sumatera Barat (Polda Sumbar) melalui Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) terus menunjukkan kepeduliannya terhadap warga terdampak bencana banjir. Pada Jumat (30/1/2026), tim medis diterjunkan langsung ke sejumlah titik pengungsian dan posko bencana di Kota Padang untuk memberikan pelayanan kesehatan gratis.

Kegiatan bakti kesehatan ini menyasar empat lokasi, yakni Huntara Lubuk Buaya, Posko Tabing Banda Gadang, Posko Nanggalo, dan Posko Lumin. Berdasarkan data lapangan, sebanyak 60 warga mendapatkan pemeriksaan medis dan pengobatan secara cuma-cuma.

Plt. Kabiddokkes Polda Sumbar, AKBP dr. Faisal, menjelaskan bahwa mayoritas keluhan masyarakat yang datang ke posko kesehatan berkaitan dengan kondisi lingkungan pascabanjir.

“Hingga sore ini, tim kami telah melayani 60 pasien dengan berbagai keluhan kesehatan seperti demam, batuk, flu, gatal-gatal pada kulit, hingga gangguan pencernaan seperti diare dan asam lambung. Ada juga beberapa warga yang memeriksakan hipertensi serta sakit gigi,” ujar AKBP dr. Faisal saat meninjau lokasi Huntara Lubuk Buaya.

Ia menambahkan, kehadiran tim Biddokkes bertujuan untuk memastikan kesehatan para pengungsi tidak semakin memburuk akibat kelelahan dan lingkungan yang lembap.

Di tempat terpisah, Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Pol Susmelawati Rosya, menegaskan bahwa kegiatan bakti kesehatan ini merupakan instruksi langsung dari Kapolda Sumbar sebagai bentuk hadirnya Polri di tengah masyarakat yang sedang mengalami musibah.

“Kami mengedepankan sisi kemanusiaan. Selain membantu proses evakuasi dan pembersihan material banjir, aspek kesehatan masyarakat adalah prioritas utama. Polda Sumbar berkomitmen untuk terus menyiagakan personel medis hingga situasi benar-benar pulih dan warga bisa kembali beraktivitas normal,” tegas Kombes Pol Susmelawati Rosya.

Bakti kesehatan ini dijadwalkan akan terus berlanjut secara berkala di titik-titik terdampak lainnya untuk mengantisipasi munculnya penyakit menular pascabencana. Selain pengobatan, petugas juga memberikan edukasi mengenai pentingnya menjaga kebersihan di lingkungan pengungsian sementara.

(Red)