
TBNews Sumbar – Biddokkes Polda Sumbar mulai memberikan perhatian serius terhadap kondisi fisik dan kesehatan para personelnya, terutama bagi mereka yang memiliki berat badan berlebih atau obesitas. Kegiatan dilaksanakan setelah pelaksanaan olahraga senam aerobik yang dilanjutkan dengan sesi edukasi kesehatan di lapangan apel Mapolda Sumbar, Jumat (30/1/26), dengan menghadirkan pakar gizi klinik guna memberikan arahan terkait pola hidup sehat.
Spesialis Gizi Klinik, dr. Ainil Mardiyah, Sp.GK, hadir langsung memberikan overview mengenai pentingnya pengaturan gizi.
Ia menekankan bahwa penurunan berat badan bukan berarti meninggalkan sarapan, melainkan memperbaiki kualitas apa yang dikonsumsi saat pagi hari.
“Sarapan itu penting, tapi yang sering salah adalah jenis makanannya. Komponen utama sarapan yang baik adalah protein. Hindari makanan yang terlalu tinggi minyak dan tepung di pagi hari karena apa yang masuk pertama kali ke perut akan memberikan dampak untuk 24 jam ke depan,” ujar dr. Ainil di hadapan para personel.
Lebih lanjut, dr. Ainil memberikan tips praktis mengenai menu sarapan populer di masyarakat Minang, seperti lontong. Menurutnya, mengonsumsi lontong diperbolehkan asal dengan batasan tertentu.
“Boleh makan lontong, tapi kuahnya jangan dihabiskan semua, cukup yang menempel saja. Begitu juga dengan lontong pecel, kuah kacangnya maksimal tiga sendok makan saja karena kandungan lemak jenuhnya tinggi. Bagi bapak dan ibu yang ingin mengecilkan perut, kunci utamanya adalah hindari gorengan, tepung, dan minuman manis,” tambahnya.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program jangka panjang Polda Sumbar untuk memantau kesehatan anggota secara personal, mengingat kebutuhan gizi setiap individu berbeda-beda tergantung berat badan, tinggi badan, dan aktivitas fisik.
Sementara itu, Plt Kabiddokkes Polda Sumbar, menegaskan bahwa kesehatan personel adalah aset utama dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
“Kami mendukung penuh program edukasi gizi ini. Personel yang sehat dan memiliki berat badan ideal tentu akan lebih sigap dan maksimal dalam menjalankan tugas di lapangan. Kami mengimbau seluruh anggota untuk mengikuti arahan dokter gizi agar terhindar dari penyakit degeneratif seperti diabetes dan hipertensi,” ujarnya.
Lebih lanjutnya mengatakan, bahwa program ini bukan sekadar rutinitas, melainkan upaya institusi dalam menjaga kesiapan operasional personel.
“Kesehatan adalah modal utama anggota Polri dalam melayani masyarakat. Melalui edukasi yang diberikan oleh dr. Ainil, kami berharap personel lebih sadar akan pentingnya menjaga body mass index (BMI) yang ideal. Kita tidak ingin anggota terhambat tugasnya karena masalah kesehatan yang sebenarnya bisa dicegah melalui pola makan,” katanya.
Terpisah, Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Susmelawati Rosya menambahkan bahwa ke depannya, Polda Sumbar akan melakukan pemantauan berkala terhadap progres berat badan personel yang masuk dalam kategori overweight.
“Ini adalah bentuk kasih sayang pimpinan kepada anggota. Kita ingin anggota Polda Sumbar tidak hanya gagah secara seragam, tapi juga bugar secara fisik. Jadi, mari kita kurangi gorengan dan beralih ke pola makan yang lebih sehat sesuai rekomendasi medis,” tambahnya.
Acara ditutup dengan sesi tanya jawab dan komitmen para personel untuk mulai mengganti menu sarapan berminyak dengan pilihan yang lebih sehat seperti umbi-umbian dan pisang rebus.
(Red)

Tinggalkan komentar