Biddokkes Polda Sumbar Terjunkan Tim Dokkes, Berikan Layanan Kesehatan Gratis bagi Korban Banjir di Tiga Titik

TBNews Sumbar  – Kepolisian Daerah Sumatera Barat (Polda Sumbar) melalui Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) terus bergerak cepat memberikan layanan kesehatan bagi masyarakat yang terdampak bencana banjir. Sejak Rabu pagi (4/2/2026), tim medis disebar ke beberapa titik pengungsian dan posko darurat untuk memastikan kondisi kesehatan warga tetap terjaga.

Kegiatan bakti kesehatan (Baktikes) ini menyasar tiga lokasi utama, yakni Hunian Sementara (Huntara) Lubuk Buaya, Posko Gurun Laweh di Nanggalo, dan Posko Lumin. Hingga sore hari, tercatat sebanyak 40 warga telah mendapatkan pemeriksaan medis dan pengobatan secara cuma-cuma.

Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Pol Susmelawati Rosya, menegaskan bahwa aksi ini merupakan instruksi langsung dari Kapolda Sumbar sebagai bentuk kehadiran Polri di tengah kesulitan masyarakat.

“Kami menyadari bahwa pascabencana banjir, ancaman penyakit seringkali muncul. Kehadiran tim Biddokkes di lapangan adalah komitmen kami untuk memastikan warga terdampak tidak hanya mendapatkan bantuan logistik, tetapi juga jaminan layanan kesehatan yang memadai,” ujar Kombes Pol Susmelawati di Mapolda Sumbar.

Sementara itu, Plt. Kabiddokkes Polda Sumbar, AKBP dr. Faisal, menjelaskan bahwa mayoritas warga yang datang memeriksakan diri mengeluhkan gangguan kesehatan yang lazim terjadi di daerah bencana, seperti infeksi saluran pernapasan dan penyakit kulit.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan hari ini di tiga titik, keluhan masyarakat didominasi oleh demam, batuk, flu, gatal-gatal, hingga gangguan pencernaan seperti diare dan asam lambung. Ada juga beberapa warga lansia yang kami tangani karena hipertensi,” terang dr. Faisal.

Ia menambahkan, selain memberikan obat-obatan sesuai diagnosa, tim medis juga memberikan edukasi mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan di area pengungsian guna mencegah penyebaran penyakit lebih luas.

Layanan kesehatan gratis ini direncanakan akan terus berlangsung secara mobile, mengikuti perkembangan situasi di lapangan dan kebutuhan masyarakat yang masih bertahan di posko-posko pengungsian.

(Red)