Polda Sumbar Intensif Kerahkan Tim Dokkes Beri Pengobatan Gratis bagi Korban Banjir di Padang

TBNews Sumbar – Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Barat bergerak cepat merespons dampak bencana banjir yang melanda sejumlah titik di Kota Padang. Melalui Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes), Korps Bhayangkara memberikan pelayanan kesehatan dan pengobatan gratis bagi warga terdampak, Kamis (5/2/2026).

Kegiatan bakti kesehatan (Baktikes) ini menyasar lima titik pengungsian dan posko darurat, di antaranya Huntara Lubuk Buaya, Posko Gurun Laweh Nanggalo, Posko Lumin, Posko Air Dingin, dan Posko Sei Lareh. Sebanyak 45 personel medis diterjunkan untuk memastikan kondisi kesehatan masyarakat tetap terjaga di tengah situasi pascabencana.

Plt. Kabiddokkes Polda Sumbar, AKBP dr. Faisal, menjelaskan bahwa timnya di lapangan menangani berbagai keluhan kesehatan yang lazim muncul saat bencana air, seperti penyakit kulit dan gangguan pencernaan.

“Kami mengerahkan personel di lima titik strategis untuk menjangkau masyarakat secara langsung. Keluhan yang mendominasi saat ini adalah gatal-gatal, diare, batuk, flu, hingga hipertensi yang dipicu oleh faktor kelelahan dan stres pascabencana,” ujar dr. Faisal.

Ia menambahkan bahwa selain pengobatan, pihaknya juga memberikan edukasi mengenai pentingnya menjaga kebersihan di area pengungsian agar tidak terjadi penyebaran penyakit yang lebih luas.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Pol Susmelawati Rosya, menegaskan bahwa aksi kemanusiaan ini merupakan instruksi langsung dari Kapolda Sumbar untuk memastikan kehadiran Polri di tengah kesulitan masyarakat.

“Polda Sumbar berkomitmen tidak hanya fokus pada evakuasi fisik, tetapi juga pemulihan kesehatan warga. Kami ingin memastikan bahwa saudara-saudara kita yang berada di posko-posko pengungsian mendapatkan akses medis yang layak secara cuma-cuma,” ungkap Kombes Pol Susmelawati.

Hingga sore hari, pelayanan kesehatan terpantau berjalan lancar dengan antusiasme warga yang cukup tinggi.

Polda Sumbar berencana akan terus menyiagakan tim medis selama masa tanggap darurat berlangsung di wilayah terdampak.

(Red)