Periode Januari 2026 hingga 10 Februari 2026, Polda Sumbar Amankan 262 Kg Ganja dan 8 Kg Sabu

TBNews Sumbar – Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Barat melalui Direktorat Reserse Narkoba, menegaskan bahwa wilayah Sumatera Barat kini bukan lagi sekadar jalur transit peredaran gelap narkotika, melainkan telah menjadi daerah tujuan distribusi. Hal ini terungkap dalam rilis hasil tangkapan besar selama periode Januari hingga Februari 2026.

Dalam konferensi pers yang digelar di Mapolda Sumbar, Polda Sumbar menampilkan barang bukti berupa 262,06 kg ganja, 8,15 kg sabu, serta 57 butir ekstasi. Seluruh barang bukti tersebut merupakan hasil pengungkapan hanya dalam kurun waktu kurang dari dua bulan.

Wakapolda Sumbar, Brigjen Pol Solihin, saat memimpin konferensi pers, pada Selasa (10/2/2026) menyatakan bahwa temuan ini adalah “lampu merah” bagi keamanan masyarakat di wilayah Sumatera Barat. Ia menekankan bahwa para pengedar tidak mengenal waktu, bahkan memanfaatkan momen bencana untuk menyelundupkan barang haram tersebut.

“Kita tidak bisa lagi menganggap penanganan narkoba itu seperti biasa. Wilayah kita bukan lagi sekadar transit, tapi sudah menjadi daerah distribusi. Dalam dua bulan saja, sudah terkumpul 262 kg ganja dan 8 kg sabu. Ini adalah tanda lampu merah. Sesuai komitmen pimpinan, tidak ada hari tanpa pengungkapan narkoba,” tegas Brigjen Pol Solihin.

Wakapolda juga menambahkan bahwa pengawasan ketat dilakukan di berbagai titik rawan, termasuk pengungkapan sabu di bandara oleh Polres Padang Pariaman.

“Meskipun mereka (pengedar) semakin canggih, memasukkan ke dalam tubuh dan lain sebagainya, kami tidak akan teledor. Kami tetap waspada,” tambahnya.

Lebih lanjut Wakapolda menambahkan bahwa pentingnya kolaborasi antara instansi dan masyarakat untuk menghilangkan ego sektoral dalam memerangi narkoba.

“Kita harus mewaspadai jalur-jalur tikus, baik di pelabuhan maupun jalan darat. Polri bekerja sama dengan TNI, BIN, Bea Cukai, hingga Pemda. Kita boleh beda seragam, tapi satu tujuan yaitu menjaga warga Sumbar terhindar dari bahaya narkoba. Kami mohon bantuan rekan media untuk terus menyampaikan pesan pencegahan hingga ke tingkat terkecil,” ujar Brigjen Pol Solihin.

Menjelang bulan suci Ramadan, Wakapolda juga memberikan pesan khusus mengenai pentingnya ketahanan keluarga melalui nilai spiritual.

“Sasaran mereka adalah anak muda dan anak sekolah. Kita harus kembali ke nilai-nilai agama, ‘kembali ke surau’. Jika fondasi agama di keluarga kuat, pengaruh narkoba tidak akan bisa masuk,” tutupnya.

(red)