
TBNews Sumbar – Selasa malam (12/5/2026), jarum jam menunjukkan pukul 22.00 WIB. Langit Banuaran Nan XX mulai meneteskan rintik hujan, namun langkah kaki Aipda Dian Wihendro Ratno tidak surut. Di bawah payung gelap malam, personel Polri ini datang membawa lebih dari sekadar bantuan material, ia membawa harapan bagi warga yang baru saja kehilangan tempat tinggal.
Kehadiran Aipda Dian merupakan respons cepat atas musibah kebakaran hebat yang melanda pemukiman warga pada sore harinya sekitar pukul 17.30 WIB. Tak ingin membiarkan keluarga korban larut dalam duka tanpa kepastian pangan, ia turun langsung memastikan kebutuhan dasar mereka terpenuhi di masa darurat.
“Alhamdulillah, apapun untuk warga yang terkena musibah, saya harus turun tangan membantu langsung. Tidak ada istilah menunggu besok, malam ini juga bantuan sembako saya antar agar kebutuhan dasar mereka segera terpenuhi,” ujar Aipda Dian dengan nada tegas namun lembut di sela penyaluran bantuan.
Bagi pria yang akrab disapa Bang Pitok ini, pelayanan kepada masyarakat yang sedang tertimpa musibah adalah prioritas yang tidak mengenal batasan waktu maupun cuaca. Baginya, kehadiran Polri harus dirasakan secara nyata sebagai pelindung dan penolong di saat tersulit.
Suasana haru menyelimuti lokasi saat salah satu cucu pemilik rumah, seorang murid SD 13 Seberang Padang, mendekati Bang Pitok. Dengan mata berkaca-kaca, ia membisikkan keluh kesah tentang baju seragam sekolahnya yang kini telah menjadi abu. Kehilangan harta benda mungkin terasa berat bagi orang dewasa, namun bagi anak tersebut, kehilangan seragam berarti terancamnya kesempatan untuk belajar.
Mendengar permintaan tulus itu, Aipda Dian langsung memberikan jaminan bahwa pendidikan sang anak tidak boleh terhenti. Ia menyatakan kesiapan pribadinya untuk membantu menyediakan kembali keperluan sekolah yang ludes dilalap api.
Keluarga korban yang masih syok mengaku tidak menyangka akan mendapat perhatian secepat itu, terutama di tengah guyuran hujan malam hari. Kehadiran personel Polri di tengah puing-puing sisa kebakaran malam itu menjadi penguat moril yang luar biasa bagi mereka untuk kembali bangkit.


Tinggalkan Balasan