Ramai Tapi Aman: Polisi Sambangi Pasar Padang Aro, Pedagang Bilang Rasa Nyaman Jadi Dagangan Tambahan

TBNEWSUMBAR.ID — Suasana pasar tradisional Padang Aro pagi itu tampak seperti biasa: riuh pedagang menjajakan dagangan, pembeli tawar-menawar, dan aroma khas pasar yang semerbak di udara. Namun, ada pemandangan yang sedikit berbeda pada Selasa pagi (tanggal kegiatan), saat sejumlah personel dari Polsek Sangir Polres Solok Selatan terlihat berbaur dengan kerumunan, bukan untuk berbelanja, melainkan melaksanakan patroli pasar sekaligus memberikan himbauan kepada masyarakat.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program rutin Polsek Sangir dalam menciptakan rasa aman di pusat pusat keramaian, terutama pasar tradisional yang menjadi denyut ekonomi masyarakat. Dalam patroli tersebut, personel tak hanya melakukan pemantauan situasi, tetapi juga aktif berdialog dengan pedagang dan pengunjung.

“Kami memberikan imbauan tentang pentingnya menjaga ketertiban, menghindari tindakan kriminal seperti pencopetan, serta mengingatkan agar tetap waspada terhadap peredaran uang palsu,” ujar AIPDA Harizal, salah satu personel yang ikut dalam patroli.

Kegiatan ini dilaksanakan oleh personel Polsek Sangir yang dipimpin Aipda Harizal beranggotakan Bripka Arry Para petugas mengenakan seragam lengkap dan terlihat humanis saat menyapa warga. Mereka juga menjalin komunikasi aktif, menciptakan suasana yang akrab dan jauh dari kesan formalitas semata.

Patroli ini dilakukan pada Rabu pagi hari, waktu di mana aktivitas pasar sedang padat padatnya. Momen ini dipilih agar kehadiran polisi benarbenar terasa di tengah masyarakat dan bisa langsung menyasar potensi gangguan keamanan secara langsung.

Lokasi kegiatan adalah Pasar Tradisional Padang Aro, pasar terbesar di Kecamatan Sangir, Kabupaten Solok Selatan. Pasar ini menjadi pusat ekonomi masyarakat setempat dan setiap hari Rabu dipadati warga dari berbagai nagari.

Menurut Kapolsek Sangir IPTU Syofia Yulianto, patroli pasar merupakan bentuk nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat. “Pasar adalah ruang publik yang sangat rentan terhadap gangguan kamtibmas. Dengan hadirnya polisi, kami ingin memastikan masyarakat bisa beraktivitas tanpa rasa takut dan nyaman dalam bertransaksi,” jelasnya.

Kegiatan berlangsung dengan lancar dan penuh interaksi positif. Para pedagang menyambut baik kehadiran polisi, bahkan ada yang spontan menyampaikan apresiasi atas patroli tersebut.

“Saya sebagai pedagang merasa lebih tenang kalau ada polisi di sini. Kadang kita takut ada pencopet atau keributan kecil, tapi kalau polisi datang, pembeli juga jadi nyaman belanja,” ungkap Ibu Rina (48), pedagang sayur yang sudah 5 tahun berjualan di pasar itu.

Senada dengan itu, seorang pembeli, Pak Dedi (52), menambahkan, “Kalau polisi sering datang seperti ini, kami masyarakat merasa lebih dihargai. Aman itu bukan cuma tentang tidak ada pencuri, tapi juga soal rasa tenang. Terima kasih, Pak Polisi.”

Kegiatan patroli pasar seperti ini menjadi contoh konkret bahwa keamanan bukan hanya tugas aparat, tapi kolaborasi antara polisi dan warga. Dengan menyapa, mendengar, dan melindungi, Polsek Sangir Polres Solok Selatan terus meneguhkan komitmennya untuk hadir sebagai pengayom di tengah denyut nadi masyarakat.

“Kami tidak hanya hadir saat ada masalah, tapi kami hadir untuk mencegah masalah itu muncul. Polisi bukan hanya penegak hukum, tapi juga sahabat masyarakat,” pungkas IPTU Syofiar Yulianto.