
TBNEWSSUMBAR.ID | Sejumlah tokoh Adat Alim ulama, Tokoh Masyarakat, Bundo Kanduang akademisi, dan pemuda lakukan Dialog terbuka di di Kantor LKAAM Tanah Datar, Kamis (26/6). Forum ini digelar untuk merespons maraknya penyakit masyarakat dan persoalan sosial yang semakin memprihatinkan di Kabupaten Tanah Datar.
Dengan dimoderatori oleh Ilham Mustafa, MA Datuk kayo Putra Tanah Datar dan Dosen UIN Bukittinggi berlangsung hangat dengan berbagai masukan konstruktif dari seluruh elemen yang hadir, termasuk Kapolres Tanah Datar AKBP Nur Ichsan Dwi Septiyanto, S.H., S.I.K., M.I.K.
Kapolres Tanah Datar, AKBP Nur Ichsan Dwi Septiyanto, S.H., S.I.K., M.I.K. menegaskan bahwa kepolisian sangat mendukung pendekatan preventif dan kolaboratif.
“Penanggulangan penyakit masyarakat butuh kerja sama erat antara tokoh adat, ulama, dan aparat hukum. Edukasi harus berjalan seiring dengan penegakan hukum,” ujarnya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk aktif melapor dan tidak membiarkan perilaku menyimpang berkembang tanpa kendali.
Kapolres Tanah Datar, AKBP Nur Ichsan menegaskan pentingnya aksi nyata. Ia menyambut baik pembentukan 11 Tim Satuan Tugas yang akan segera dideklarasikan dalam waktu dekat. Kolaborasi seluruh unsur untuk mewujudkan Tanah Datar yang lebih bermartabat dan sehat secara sosial.
Dalam pertemuan tersebut, seluruh elemen yang hadir menyepakati Deklarasi Bersama Penanggulangan Penyakit Masyarakat, yang terdiri dari tiga poin utama: (1) mengembalikan peran dan nilai pemangku adat, alim ulama, cadiak pandai, bundo kanduang, serta pemuda; (2) membangun sinergi antara pendidikan dan parenting; dan (3) melaksanakan pendekatan terpadu antara adat, agama, hukum, dan sosial masyarakat.
Deklarasi ini menjadi tonggak penting dalam menguatkan komitmen bersama demi Tanah Datar yang lebih bermartabat dan aman secara sosial.

Tinggalkan komentar