
Solok Selatan,Sumatera Barat – Bhabinkamtibmas bukan sekadar penegak hukum di tengah masyarakat, tapi juga sahabat di lapangan, guru di kelas, dan mitra petani di pekarangan. Itulah yang diperlihatkan Aiptu Johndavidson, SH, anggota Polsek Sungai Pagu, saat menjalankan tugasnya di wilayah Nagari Alam Pauh Duo, Kecamatan Pauh Duo, pada hari Selasa (22/07/2025).
Pagi hari dimulai dengan pengaturan lalu lintas dan patroli di Pasar Tradisional Pakan Selasa, titik keramaian mingguan yang menjadi pusat aktivitas warga. Kehadiran Aiptu Johndavidson di lokasi ini bukan hanya untuk mengatur kendaraan, tapi juga memastikan suasana pasar aman dan tertib dari potensi gangguan Kamtibmas.
Setelah itu, kegiatan berlanjut dengan sambang dan silaturahmi melalui metode THTS (Tatap Muka Humanis) / DDS (Door to Door System) ke rumah warga binaan. Misi utamanya sederhana tapi berdampak besar: membangun kedekatan dan kepercayaan antara polisi dan masyarakat.
Di mana kegiatan ini dilakukan?
Semua kegiatan dipusatkan di Nagari Alam Pauh Duo, sebuah nagari aktif dengan potensi masyarakat yang besar dalam bidang ekonomi dan pendidikan, sekaligus menjadi wilayah binaan Aiptu Johndavidson.
Kegiatan ini dilaksanakan langsung oleh Aiptu Johndavidson, SH, seorang Bhabinkamtibmas yang dikenal aktif, komunikatif, dan dekat dengan warga dari berbagai kalangan dari pedagang hingga pelajar.
Salah satu agenda menarik adalah edukasi kepada siswa-siswi SMPN 32 Solok Selatan terkait Operasi Patuh Singgalang 2025. Dengan pendekatan yang ringan dan akrab, Aiptu Johndavidson menyampaikan pentingnya tertib berlalu lintas sejak usia dini, mulai dari memakai helm, tidak ugal-ugalan, hingga tidak membawa kendaraan jika belum cukup umur.
“Anak-anak zaman sekarang sudah banyak yang naik motor. Kita ingin mereka tahu bahwa tertib lalu lintas itu soal sayang diri dan sayang keluarga,” katanya.
Selasa, 22 Juli 2025, sejak pagi hingga siang hari, bertepatan dengan hari pasar dan jadwal aktif sekolah.
Kegiatan ini menyentuh tiga hal penting sekaligus: tertib lalu lintas, penyuluhan kamtibmas, dan dukungan terhadap program ketahanan pangan. Ya, Aiptu Johndavidson juga menyempatkan diri mendukung warga dalam pemanfaatan lahan pekarangan untuk menanam sayur-mayur demi mendukung swasembada pangan keluarga.
Seluruh kegiatan berlangsung dengan aman, lancar, dan penuh kehangatan. Masyarakat merespon positif, begitu pula pihak sekolah yang merasa terbantu dengan edukasi langsung dari aparat yang berkompeten.
“Kami senang anak-anak diberi pemahaman langsung dari Pak Polisi. Lebih mudah dicerna dan jadi pengalaman langsung,” ujar salah satu guru SMPN 32 Solsel.
Hari itu, Aiptu Johndavidson tidak hanya berjaga, tapi juga bercerita, berbagi, dan menyentuh hati masyarakat. Dari pasar, sekolah, hingga rumah warga, ia hadir sebagai representasi nyata bahwa polisi tak selalu hadir karena masalah kadang, mereka datang hanya untuk memastikan semuanya baik-baik saja.
Karena hari ini, polisi tidak hanya masuk pasar dan sekolah, tapi juga masuk ke hati masyarakat.

Tinggalkan komentar