
TBNews Sumbar, Padang – Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Barat menggelar kegiatan Pembinaan Pemulihan Profesi (Binlihprof) Polri bertajuk Optimalisasi dan Mitigasi Pelanggaran Disiplin, Kode Etik, Profesi Polri, serta Pidana. Kegiatan ini berlangsung di Aula Lantai 4 Mapolda Sumbar, pada Jumat (31/10/2035).
Kegiatan dibuka langsung oleh Kabid Propam Polda Sumbar, Kombes Pol Dwi Agung Setyono, S.I.K., M.H. Acara ini bertujuan memulihkan integritas profesi anggota Polri pasca pelanggaran ringan hingga sedang, sekaligus mencegah terulangnya kasus serupa.
Materi utama mencakup penguatan kode etik profesi, disampaikan oleh narasumber dari Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Sumbar serta narasumber dari satker terkait.
Dalam sambutannya, Kabid Propam Polda Sumbar, Kombes Pol Dwi Agung Setyono, S.I.K., M.H mengatakan, hari ini Bidang Propam Polda Sumbar menyelenggarakan kegiatan Pembinaan Pemulihan Profesi (Binlihprof) Polri gelombang ketiga, khusus bagi anggota yang pernah terlibat pelanggaran disiplin maupun kode etik. Ada sekitar 60 personel dari berbagai satker jajaran yang mengikutinya,” ujar Kabid Propam.
Lebih lanjut Kabid Propam mengatakan, tujuannya, setelah diberikan materi pemulihan profesi, yang bersangkutan dapat menyadari kesalahannya dan ke depan menjadi insan Polri yang lebih baik dan tidak mengulangi pelanggaran – baik disiplin, kode etik, maupun pidana.
“Kami berharap seluruh anggota Polda Sumatera Barat senantiasa berprestasi, menjaga marwah institusi, meningkatkan kepercayaan masyarakat, dan bersama-sama meraih kepercayaan publik yang lebih tinggi,” harapnya.
Polda Sumbar menargetkan kegiatan serupa rutin guna wujudkan Polri Sadar Berkarakter menuju Generasi Emas 2045.
“Kegiatan ini akan dilaksanakan secara rutin. Ini adalah gelombang ketiga dari empat gelombang, dan gelombang terakhir akan kami laksanakan pada awal Desember mendatang,” tambah Kombes Pol Dwi Agung Setyono.
Kabid Propam menekankan komitmen Polri Presisi dalam menjaga prediktif, responsibilitas, transparansi, dan keadilan.
“Kegiatan ini bukan sekadar seremoni, melainkan investasi jangka panjang untuk lahirnya Polri yang presisi dan akuntabel. Setiap personel harus sadar, pelanggaran disiplin bukan hanya merusak diri sendiri, tapi juga citra institusi dan kepercayaan masyarakat,” tutup Kombes Pol Dwi Agung Setyono. (Tim)

Tinggalkan komentar