Bhabinkamtibmas Polres 50 Kota Hadiri Mediasi Sengketa Tanah di Nagari Harau Belum Capai Kesepakatan, Lanjut Pekan Depan

Harau, TBNewssumbar – Musyawarah mediasi terkait permasalahan tanah antara warga bernama Muslim dan Ardison di Arah Bukik Kumayan, Jorong Landai, Nagari Harau, Kabupaten Lima Puluh Kota, belum mencapai kesepakatan pada Jumat (14/11/2025).

Kegiatan yang digelar di Aula Kantor Wali Nagari Harau pukul 15.00 WIB ini dihadiri oleh Bhabinkamtibmas Nagari Harau, Aipda Rota Yudistira, sebagai upaya penyelesaian secara kekeluargaan, namun terhambat karena pihak Ardison tidak hadir.

Musyawarah tersebut diselenggarakan berdasarkan undangan Wali Nagari Harau Nomor 300/211/Pem-Hr/2025 tertanggal 6 Oktober 2025. Selain Aipda Rota Yudistira dari Polres Lima Puluh Kota, hadir pula Sekretaris Nagari Harau, Ketua Kerapatan Adat Nagari (KAN) Nagari Harau, Babinsa Nagari Harau, Kepala Jorong Landai, Pucuak Adat Nagari Harau, serta anggota KAN lainnya. Dalam proses mediasi, Aipda Rota Yudistira berperan menjaga suasana tetap kondusif untuk mendukung penyelesaian secara damai. Namun, karena ketidakhadiran pihak tergugat, forum menyepakati untuk melanjutkan musyawarah pada Jumat, 21 November 2025.

Kapolsek Harau, AKP Gusmanto M, S.H, M.Si, menyatakan bahwa penyelesaian sengketa melalui musyawarah merupakan langkah krusial dalam menjaga stabilitas keamanan wilayah hukum Polsek Harau. “Kehadiran Bhabinkamtibmas dalam setiap proses mediasi bukan hanya memastikan situasi tetap aman, tetapi juga menjadi wujud komitmen POLRI dalam mendorong penyelesaian sengketa secara adil, transparan, dan berlandaskan nilai-nilai adat serta hukum yang berlaku,” ujarnya.

AKP Gusmanto juga mengapresiasi kolaborasi antara pemerintah nagari, unsur adat, KAN, dan TNI yang secara konsisten bersinergi dalam menyelesaikan persoalan masyarakat. Menurutnya, hal ini menjadi bukti nyata peran POLRI sebagai pengayom yang hadir di tengah masyarakat, berkontribusi menciptakan lingkungan aman, harmonis, dan tertib.

Kehadiran Bhabinkamtibmas dalam kegiatan tersebut dinilai memberikan rasa aman dan kepuasan bagi masyarakat, sekaligus memperkuat kepercayaan terhadap kinerja Polri. Selama musyawarah berlangsung, situasi terpantau aman dan terkendali tanpa insiden.