
TBNews Sumbar – Pasca bencana alam banjir bandang dan tanah longsor yang menerjang sejumlah wilayah di Sumatera Barat pada akhir November 2025, Polda Sumbar telah menerima bantuan kendali operasi (BKO) berupa personel dari berbagai unit Polri untuk mempercepat proses pemulihan dan penanganan dampak bencana.
Menurut Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Pol Susmelawati Rosya, S.S., M.Tr. (A.P.), bantuan personel BKO ini dikerahkan untuk mendukung operasi pasca bencana, termasuk evakuasi korban, pembersihan lokasi, dan trauma healing bagi penyintas.
“Personel BKO ini kami rincikan untuk memastikan penanganan yang efektif dan terkoordinasi. Kami menerima 200 personel dari Brimob, 15 personel dari Sabhara, 10 personel dari Pusdokes Divisi Mabes Polri, 5 personel dari Inavis Bareskrim, 29 personel dari Polair, serta 8 personel dari Poludara yang didukung 2 unit helikopter—meskipun baru satu unit yang telah tiba di lokasi.
Selain itu, ada 9 personel dari tim trauma healing SDM untuk membantu pemulihan psikologis warga pasca bencana alam banjir bandang dan tanah longsor di sejumlah wilayah di Sumatera Barat yang terjadi pada akhir November 2025,” ujar Susmelawati dalam keterangan resminya, Rabu (3/12/2025).
Susmelawati menambahkan bahwa personel ini bergabung dengan ribuan anggota Polri yang telah dikerahkan sejak awal bencana, termasuk bantuan dari Polda tetangga seperti Polda Riau yang mengirimkan ratusan personel dan alat berat untuk evakuasi dan pembersihan lumpur di daerah terdampak seperti Nagari Salareh Aia, Kabupaten Agam.
“Ini adalah wujud solidaritas Polri dalam menghadapi bencana, di mana kemanusiaan melampaui batas yurisdiksi. Kami memastikan tidak ada libur bagi personel dalam penanganan ini,” tegasnya, mengutip arahan Kapolda Sumbar Irjen Pol Gatot Tri Suryanta.
Pengerahan personel BKO ini diharapkan dapat mempercepat pemulihan, termasuk distribusi bantuan makanan serta pencarian korban yang masih hilang.
Pemerintah daerah dan BNPB terus memantau situasi, dengan fokus pada pencegahan bencana serupa melalui restorasi ekosistem hutan. Warga diimbau tetap waspada terhadap potensi banjir susulan, mengingat curah hujan tinggi yang masih berlangsung.
Hingga kini, proses evakuasi dan rehabilitasi masih berlangsung intensif, dengan partisipasi berbagai instansi untuk memastikan kebutuhan dasar korban terpenuhi.(red)

Tinggalkan komentar