
TBNews Sumbar — Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka mengunjungi Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Kamis (4/12/), untuk meninjau langsung penanganan bencana banjir bandang yang melanda wilayah Sumatera Barat.
Kunjungan tersebut merupakan bentuk perhatian langsung pemerintah pusat terhadap penanganan bencana banjir bandang yang melanda wilayah Kabupaten Agam dan sekitarnya serta menimbulkan korban jiwa.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Anggota DPR RI Wakil Komisi IV, Gubernur Sumatera Barat, Pangdam, Forkopimda Provinsi Sumbar, Forkopimda Kabupaten Agam, serta Kapolres Agam.
Di sela-sela kunjungan tersebut, Kapolda Sumatera Barat Irjen Pol. Gatot Tri Suryanta menyampaikan bahwa jumlah korban meninggal dunia akibat bencana tersebut telah mencapai 200 orang.
“Saat ini yang sudah teridentifikasi oleh Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri sebanyak 174 orang dan telah dimakamkan oleh pihak keluarga. Sementara 26 korban lainnya masih dalam proses identifikasi,” jelas Irjen Gatot
Kapolda juga mengimbau kepada masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarganya agar segera melapor melalui layanan darurat 110 atau langsung ke Posko Bhayangkara Polda Sumbar maupun posko yang berada di Kabupaten Agam.
“Proses identifikasi ini sangat penting untuk memastikan identitas korban. Nantinya, setiap jenazah akan dilakukan pemeriksaan DNA dengan sampel pembanding sebelum dimakamkan,” ujarnya.
Proses pencarian korban hingga kini masih terus berlangsung. Tim gabungan di lapangan juga mendapatkan dukungan peralatan berat untuk mempercepat proses evakuasi di lokasi terdampak.
“Hari ini kita dibantu empat unit ekskavator, karena ada beberapa titik yang tidak memungkinkan dilakukan pencarian secara manual,” tambah Kapolda.
Untuk penanganan jenazah yang belum teridentifikasi, Polda Sumbar telah menyiapkan kontainer pendingin jenazah sebagai tempat penyimpanan sementara. Langkah ini dilakukan mengingat RS Bhayangkara Sumbar sempat mengalami keterbatasan kapasitas pendinginan akibat banyaknya jenazah.
“Kami sudah berkoordinasi dengan BNPB, dan berkat dukungan dari Polda Riau, kini telah tersedia kontainer pendingin untuk membantu proses penyimpanan sambil menunggu hasil uji DNA,” jelasnya.
Dalam upaya pencarian korban, Kepolisian juga menurunkan anjing pelacak (K9) dari Mabes Polri.
“Kami dibantu 10 ekor K9 yang memiliki kemampuan pelacakan hingga jarak 57 meter untuk mendeteksi keberadaan korban atau jenazah,” ungkap Kapolda.
Melalui kesempatan tersebut, Kapolda Sumbar kembali mengimbau kepada masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga agar segera melapor ke pihak kepolisian guna mempercepat proses identifikasi dan penanganan korban.
Polda Sumbar bersama seluruh unsur TNI, pemerintah daerah, relawan, dan masyarakat terus bersinergi dalam upaya pencarian, evakuasi, serta pemulihan pascabencana, guna memastikan seluruh korban dapat segera teridentifikasi dan mendapat penanganan yang layak.

Tinggalkan komentar