Bangun Solidaritas, Personel Brimob Polda Sumbar Bersama Warga Dirikan Jembatan Darurat di Salareh Aia Timur

TBNews Sumbar – Satuan Brigade Mobil (Brimob) Polda Sumatera Barat kembali menunjukkan aksi nyata dalam pemulihan infrastruktur pasca-bencana. Sebanyak 20 personel Brimob dikerahkan untuk membantu masyarakat mendirikan jembatan darurat sebagai penghubung vital antar-jorong di Nagari Salareh Aia Timur, Kabupaten Agam.

Kegiatan gotong royong pendirian jembatan ini dilaksanakan pada Hari Minggu, 7 Desember 2025. Jembatan darurat ini sangat penting karena berfungsi sebagai akses utama yang menghubungkan Jorong Koto Alam dengan Jorong Subarang Aia, keduanya berada dalam wilayah Nagari Salareh Aia Timur.

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Ipda Yoherman sebagai penanggung jawab pelaksana harian.

Komandan Satuan (Dansat) Brimob Polda Sumbar, Kombes Pol Lukman Syafri Dandel Malik, menegaskan bahwa perbaikan infrastruktur adalah prioritas untuk memulihkan mobilitas masyarakat.

“Kami mengerahkan personel untuk membantu membangun kembali jembatan penghubung yang rusak akibat bencana. Pendirian jembatan ini adalah upaya cepat untuk mengembalikan akses vital masyarakat. Brimob tidak hanya bertugas dalam keamanan, tetapi juga menjadi tulang punggung dalam upaya pemulihan pasca-bencana,” ujar Kombes Pol Lukman.

Kombes Pol Lukman menekankan pentingnya sinergi antara aparat dan warga dalam proses pembangunan tersebut.

Sementara itu, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Sumbar, Kombes Pol Susmelawati Rosya menambahkan, kegiatan ini menggarisbawahi dampak positif kegiatan ini terhadap moral dan ekonomi masyarakat setempat.

“Aksi gotong royong antara 20 personel Brimob dengan warga di Nagari Salareh Aia Timur merupakan contoh nyata soliditas Polri dan masyarakat. Dengan pulihnya akses jembatan, kami berharap distribusi logistik dan aktivitas ekonomi warga di Jorong Koto Alam dan Subarang Aia dapat kembali berjalan normal dengan cepat,” jelas Kombes Pol Susmelawati.

Pendirian jembatan darurat ini disambut antusias oleh masyarakat setempat, yang sangat membutuhkan akses tersebut untuk kegiatan sehari-hari. (red)