DVI Tunggu Hasil DNA, Identifikasi 30 Korban Banjir Sumbar Masih Berlanjut

Kabid DVI Pusdokkes Polri KBP Wahyu Idayati

Padang, Sumbar – Tim Disaster Victim Identification (DVI) Kepolisian masih menanti hasil laboratorium DNA dari Jakarta untuk mengidentifikasi 30 jenazah korban banjir bandang di Sumatera Barat (Sumbar) yang hingga kini belum teridentifikasi. Salah satu jenazah yang dicurigai adalah seorang warga negara (WN) Malaysia.

Kabid DVI Pusdokkes Polri, dr. Kombes Wahyu Idayati, menyatakan bahwa Posko Ante Mortem di Rumah Sakit Bhayangkara Padang sedang menunggu hasil pencocokan dari 39 sampel DNA pembanding yang telah dikumpulkan dari keluarga korban.

“Sudah ada yang dicurigai (dari 30 jenazah), tapi belum ada bukti valid, kami menunggu tes DNA,” ujar Kombes Wahyu Idayati di Rumah Sakit Bhayangkara Padang, Senin (8/12) sore.

WN Malaysia Korban Banjir
Salah satu sampel pembanding penting diambil dari ibu kandung korban yang merupakan WN Malaysia. Korban Malaysia tersebut diidentifikasi bernama Asrul Nizam bin Apridwson (30 tahun).

Pengambilan sampel DNA keluarga WN Malaysia itu telah dilakukan pada Selasa (2/12) dan pengirimannya ke laboratorium DNA di Jakarta telah dilakukan secara bertahap.

“Untuk ciri-ciri umum sudah ada yang dicurigai (WN Malayasia). Seperti umur, tinggi, agak cocok. Tapi pastinya tetap kami menunggu hasil DNA,” jelas Wahyu.
Upaya Identifikasi Lain

Sambil menunggu hasil tes DNA, Tim DVI terus berupaya melakukan identifikasi 30 jenazah dengan metode lain.

“Kami juga sudah sebarkan temuan di jenazah tentang pakaian, anting, dan lainnya kepada keluarga. Tapi sampai saat ini 30 jenazah belum ada kecocokan data dengan keluarga yang melapor di Ante Mortem,” imbuhnya.

Hingga Senin (8/12) siang, data DVI Polda Sumbar mencatat total korban banjir mencapai 234 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 204 korban telah berhasil diidentifikasi.

Adapun 30 jenazah yang belum teridentifikasi terdiri dari laki-laki, perempuan, hingga potongan tubuh. Sebanyak 24 jenazah disimpan di alat pendingin di Rumah Sakit Bhayangkara, sementara enam jenazah sisanya berada di rumah sakit di Kabupaten Agam.(red)