Personil Ditsamapta Polda Sumbar Terus Berjuang di Hari ke-25 Tanggap Darurat Banjir dan Longsor Sumbar

TBNews Sumbar – Hingga hari ke-25 pelaksanaan operasi kontijensi penanggulangan bencana hidrometeorologi di Sumatera Barat, personil Ditsamapta Polda Sumbar tetap bekerja tanpa lelah membersihkan material lumpur, mendistribusikan air bersih, serta melakukan pencarian korban hilang bersama unit K-9.

Berdasarkan laporan resmi yang disampaikan kepada Kakorsabhara Baharkam Polri, hingga Jumat (19/12/2025) pukul 20.00 WIB, total kejadian bencana di wilayah Polda Sumbar telah mencapai 504 kejadian dengan 353 korban jiwa. Dari jumlah tersebut, 248 orang meninggal dunia (MD), 221 jenazah telah teridentifikasi, 27 jenazah masih belum teridentifikasi, 35 jenazah telah dikubur secara massal, serta 84 orang masih dalam status hilang dan 21 orang masih dirawat.

Kerugian materil diperkirakan mencapai lebih dari Rp 5,2 triliun, dengan 9.078 warga masih mengungsi di 59 titik pengungsian. Bencana ini melanda 16 kabupaten/kota di Sumbar, meliputi Kota Padang, Kota Pariaman, Kota Solok, Kota Padang Panjang, Kota Bukittinggi, Kota Payakumbuh, serta Kabupaten Padang Pariaman, Agam, Tanah Datar, Pesisir Selatan, Solok, Pasaman, Pasaman Barat, Lima Puluh Kota, Kepulauan Mentawai, dan Solok Selatan.

Kombes Pol Achmadi, S.Ik., Direktur Samapta Polda Sumbar yang juga menjabat sebagai Kaops Kontijensi, mengatakan bahwa tugas kemanusiaan ini akan terus dilaksanakan hingga kondisi wilayah pulih sepenuhnya.

“Kami tetap berkomitmen penuh membantu masyarakat Sumbar yang terdampak. Di hari ke-25 ini, 282 personil Ditsamapta Polda Sumbar bersama unit K-9 dan berbagai peralatan rescue masih dikerahkan di lapangan. Kami membersihkan lumpur di rumah warga, masjid, sekolah, serta mendistribusikan air bersih menggunakan AWC. Kehadiran kami di tengah masyarakat adalah wujud janji Polri untuk hadir dan bermanfaat saat rakyat membutuhkan,” kata Kombes Pol Achmadi dalam keterangan resminya.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Susmelawati Rosya menambahkan bahwa koordinasi dengan instansi terkait terus ditingkatkan guna mempercepat pemulihan pasca bencana.

“Polri bersama TNI, BPBD, Basarnas, dan seluruh elemen masyarakat terus bahu-membahu. Kami juga memastikan jalur lintas utama seperti Lembah Anai dan Kelok 44 tetap aman untuk dilalui pada jam tertentu. Polda Sumbar mengajak seluruh masyarakat tetap waspada terhadap potensi bencana susulan dan melaporkan kondisi darurat ke posko terdekat,” ujar Kombes Pol Susmelawati.

Pada hari Jumat kemarin, personil Ditsamapta Polda Sumbar melakukan sejumlah kegiatan utama, antara lain: Pembersihan lumpur di Jorong Kayu Pasak, Nagari Salareh Aia, Kec. Palembayan, Kab. Agam, Pencarian korban hilang di Nagari Salareh bersama unit K-9 dari Polda Sumbar dan Korsabhara Baharkam Polri, Pembersihan lumpur di Masjid Darul Aman Toboh, Nagari Malalak Timur, Kec. Malalak, Kab. Agam.

Selain itu, juga dilakukan Distribusi air bersih menggunakan AWC dan bantuan Polwan di Kota Padang, serta Pembersihan lumpur di perumahan warga Muaro Ambius, Nagari Guguk Malalo, Kec. Batipuh Selatan, Kab. Tanah Datar.

Dengan moto “Siap Terlihat dan Bermanfaat”, Ditsamapta Polda Sumbar terus menunjukkan dedikasi tinggi dalam membantu masyarakat terdampak bencana hidrometeorologi di Sumatera Barat.(red)