
TBNews Sumbar – Personel Direktorat Samapta (Ditsamapta) Polda Sumatera Barat pada hari ke-26 operasi kontijensi penanggulangan bencana hidrometeorologi terus bekerja maksimal membantu masyarakat terdampak banjir, banjir bandang, tanah longsor, dan angin kencang yang melanda hampir seluruh wilayah provinsi ini.
Hingga Sabtu (20/12/2025) pukul 20.00 WIB, Kemarin total kejadian bencana mencapai 504 titik, dengan korban jiwa tercatat 351 orang. Dari jumlah tersebut, 248 orang meninggal dunia (MD), di mana 221 jenazah telah teridentifikasi (110 laki-laki dan 111 perempuan), sementara 27 jenazah masih belum teridentifikasi. Sebanyak 35 jenazah telah dimakamkan secara massal, 82 orang masih dinyatakan hilang, dan 21 orang masih dirawat di rumah sakit.
Kerugian materiil diperkirakan mencapai lebih dari Rp 5,2 triliun, dengan jumlah pengungsi mencapai 9.078 orang yang tersebar di 59 titik pengungsian. Total masyarakat terdampak mencapai 263.460 jiwa di 16 kabupaten/kota di Sumbar.
Dirsamapta Polda Sumbar Kombespol Achmadi, S.Ik., selaku Kaops Kontijensi, melaporkan bahwa hari ini 282 personel Ditsamapta dikerahkan dengan dukungan 2 unit anjing pelacak (K9) di berbagai wilayah hukum Polres Agam, Polresta Padang, Polresta Bukittinggi, Polres Padang Panjang, dan RS Bhayangkara Polda Sumbar.
Kegiatan utama hari ini meliputi: Peninjauan dan pengecekan langsung di lokasi terdampak di Malalak, Kabupaten Agam, Pembersihan dan pemotongan batang kayu yang terbawa arus di Salareh Aia Kayu Pasak, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Penyisiran dan pencarian korban hilang menggunakan unit K9 di Nagari Salareh, Kecamatan Palembayan, Pembersihan lumpur di Masjid Darul Aman Toboh, Nagari Malalak Timur, Kecamatan Malalak.
Selain itu, personel juga Distribusi air bersih menggunakan Armored Water Carrier (AWC) di Kota Padang, Pembersihan material lumpur di perumahan warga Muaro Ambius, Nagari Guguk Malalo, Kecamatan Batipuh Selatan, Kabupaten Tanah Datar dan Pembersihan material kayu hanyut di sepanjang pantai Kota Padang bersama instansi terkait
Ditsamapta Polda Sumbar juga menurunkan ratusan personel, 20 unit R2 trail, berbagai kendaraan rescue, truk dalmas, double cabin, serta peralatan rescue lengkap termasuk perahu karet, mesin pompa, tenda, genset, dan kantong jenazah.
“Dengan moto ‘Siap Terlihat dan Bermanfaat’, kami berkomitmen terus berada di garis terdepan untuk membantu masyarakat yang terdampak. Kehadiran personel kepolisian diharapkan dapat memberikan rasa aman dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap kinerja Polri,” ujar Kombes pol Achmadi.
Hingga saat ini, jalur lintas Sumatera Barat sebagian besar telah dapat dilalui, meskipun beberapa titik seperti Padang–Agam–Bukittinggi via Malalak masih putus. Pembersihan terus dilakukan agar akses darat kembali normal secepatnya.
Polda Sumbar mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi bencana susulan dan segera melapor jika menemukan korban atau kebutuhan mendesak.(red)

Tinggalkan komentar