Sat Brimob Polda Sumbar Lanjutkan Pembangunan Hunian Sementara bagi Korban Banjir di Padang Pariaman

TBNews Sumbar, 1 Januari 2026 – Personel Satuan Brigade Mobil (Sat Brimob) Polda Sumatera Barat terus berupaya mempercepat pemulihan pascabencana banjir dan longsor yang melanda wilayah Sumbar akhir November hingga Desember 2025. Pada Rabu, 31 Desember 2025, sebanyak 50 personel Tim Hunian Sementara (Huntara) Sat Brimob Polda Sumbar melaksanakan kegiatan pembangunan huntara di Jorong Balai Jamaik, Korong Asam Pulau, Nagari Anduriang, Kabupaten Padang Pariaman.

Kegiatan dipimpin langsung oleh AKP Syafri Kacik selaku Lakhak Kasi Yanma Sat Brimob Polda Sumbar, dengan melakukan pemasangan rangka baja ringan, penutup atap (closed), bak septic tank, serta dinding hunian sementara.

Untuk mendukung kegiatan tersebut, personel dibekali peralatan seperti 25 unit sekop, 25 unit cangkul, 2 unit gerobak, serta 21 pasang sepatu boots. Pembangunan huntara ini merupakan bagian dari upaya Polri membantu masyarakat terdampak bencana hidrometeorologi yang menyebabkan ribuan rumah rusak dan warga mengungsi di sejumlah lokasi, termasuk Nagari Anduriang.

Komandan Satuan (Dansat) Brimob Polda Sumbar, Kombes Pol Lukman Syafri Dandel Malik, menyatakan bahwa pengerahan personel ini merupakan wujud komitmen Polri dalam mendukung percepatan pemulihan pascabencana.

“Kami berkomitmen penuh untuk membantu masyarakat terdampak, tidak hanya dalam pengamanan tapi juga pembangunan huntara agar warga segera memiliki tempat tinggal layak,” ujar Kombes Pol Lukman Syafri Dandel Malik.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Pol Susmelawati Rosya, menambahkan bahwa kegiatan ini menunjukkan kepedulian nyata Polri terhadap korban bencana.

“Pembangunan huntara mencerminkan sinergi antarinstansi dan bakti Polri kepada rakyat, khususnya dalam masa pemulihan di wilayah terdampak seperti Padang Pariaman,” kata Kombes Pol Susmelawati Rosya.

Pascabencana banjir dan longsor November-Desember 2025, Kabupaten Padang Pariaman menjadi salah satu wilayah paling parah terdampak, dengan puluhan jembatan rusak, ratusan rumah hanyut atau roboh, serta ribuan hektare lahan pertanian terendam. Upaya pembangunan huntara terus dikebut untuk memastikan warga dapat kembali beraktivitas normal di awal tahun baru 2026.

(Red)