
TBNewssumbar – Kepolisian Daerah Sumatera Barat (Polda Sumbar) melalui Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) terus konsisten memberikan pelayanan medis bagi masyarakat yang terdampak bencana banjir. Pada Sabtu (17/1/2026), tim medis Biddokkes kembali menyisir tujuh titik posko pengungsian untuk memberikan pengobatan gratis.
Dalam aksi kemanusiaan kali ini, sebanyak 92 warga mendapatkan pemeriksaan kesehatan. Fokus pelayanan tersebar di beberapa titik krusial, mulai dari Posko Huntara Lubuk Buaya, Batu Busuk, Lubuk Minturun, Air Dingin, Sungai Lareh, Gurun Laweh, hingga Nanggalo.
Plt. Kabiddokkes Polda Sumbar, dr. Faizal, mengungkapkan bahwa timnya menemukan berbagai keluhan penyakit yang mulai menyerang warga pasca-banjir akibat kondisi lingkungan yang belum sepenuhnya pulih.
“Hari ini kami melayani total 92 pasien di tujuh titik posko. Mayoritas keluhan yang kami tangani meliputi demam, batuk, flu, serta gatal-gatal atau penyakit kulit. Selain itu, ada warga yang mengeluhkan sakit gigi, asam lambung, diare, hingga pemantauan rutin bagi penderita hipertensi,” ujar dr. Faizal saat memberikan keterangan di sela-sela kegiatan.
Ia menambahkan bahwa pengecekan kesehatan ini sangat penting untuk mencegah terjadinya kejadian luar biasa (KLB) penyakit menular di area pengungsian.
Sementara itu, Kabidhumas Polda Sumbar Kombes Pol Susmelawati Rosya menyatakan bahwa kegiatan Bakti Kesehatan ini merupakan wujud nyata komitmen Polri dalam memberikan perlindungan dan pelayanan kepada masyarakat, terutama di masa sulit seperti saat ini.
“Bapak Kapolda telah menginstruksikan agar seluruh jajaran sigap dalam penanganan pasca-bencana. Melalui Biddokkes, kami pastikan bahwa kehadiran Polri tidak hanya dalam bentuk pengamanan fisik dan evakuasi, tetapi juga menjamin ketersediaan akses kesehatan bagi para penyintas banjir. Kami akan terus mendampingi warga hingga situasi benar-benar kondusif,” tegas Kombes Pol Susmelawati.
Selain pengobatan, personel di lapangan juga membagikan vitamin dan memberikan edukasi pola hidup bersih di lingkungan bencana agar daya tahan tubuh warga tetap terjaga.
(Red)

Tinggalkan komentar