
TBNews Sumbar – Polda Sumatera Barat terus memperkuat upaya pemulihan pascabencana dengan memastikan terpenuhinya kebutuhan dasar masyarakat, khususnya akses terhadap air bersih. Melalui Posko Bencana dan Biro Logistik, Polda Sumbar melaksanakan program penyediaan sumur bor dan sumber air bersih dengan target 150 titik di seluruh jajaran kewilayahan.
Program tersebut mencakup wilayah Polres Agam, Padang Pariaman, Padang Panjang, Pesisir Selatan, Bukittinggi, Solok Kota, hingga Polresta Padang. Hingga 15 Januari 2026, telah teridentifikasi 114 titik, terdiri dari 62 titik aktif dan 52 titik dalam proses pengerjaan.
Penyediaan air bersih dilakukan melalui berbagai skema, antara lain pembangunan sumur bor baru, pemanfaatan sumur bor eksisting, sumur konvensional, serta optimalisasi sumber air gunung, sungai, dan danau. Fasilitas tersebut menyasar permukiman warga, rumah ibadah, sekolah, fasilitas kesehatan, posko bencana, hingga hunian sementara (huntara).
Kepala Biro Logistik Polda Sumatera Barat, Kombes Pol Faried Zulkarnain, menyampaikan bahwa program ini dirancang sebagai langkah berkelanjutan untuk mendukung pemulihan masyarakat terdampak bencana.
“Ketersediaan air bersih merupakan kebutuhan paling mendasar pascabencana. Karena itu, Polda Sumbar melalui Biro Logistik berkomitmen memastikan program ini berjalan terukur dan tepat sasaran, agar dapat dimanfaatkan langsung oleh masyarakat dalam jangka panjang,” ujar Kombes Pol Faried, Senin (19/1).
Ia menambahkan, hingga saat ini masih terdapat 36 titik tambahan yang berada pada tahap survei dan penentuan lokasi. Proses tersebut dilakukan melalui koordinasi lintas pihak, mulai dari pemerintah nagari hingga unsur teknis di lapangan.
“Kami terus berkoordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan di daerah untuk mempercepat realisasi titik-titik tambahan, sehingga target 150 titik dapat tercapai sesuai rencana,” tambahnya.
Program penyediaan air bersih ini diharapkan mampu menjamin ketersediaan air yang layak dan berkelanjutan, sekaligus mendukung aspek kesehatan, sanitasi, dan pemulihan kehidupan masyarakat terdampak bencana di Sumatera Barat secara bertahap dan berkesinambungan.

Tinggalkan komentar