LKAAM Sumbar Apresiasi Tangkapan Besar Narkoba, Fauzi Bahar: Polda Sumbar Selamatkan Puluhan Ribu Generasi Muda

TBNews Sumbar – Ketua Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Sumatera Barat, Prof. Dr. Fauzi Bahar Datuk Nan Sati, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada jajaran Polda Sumbar atas keberhasilan mengungkap peredaran narkoba skala besar di awal tahun 2026.

Pernyataan ini disampaikan Fauzi Bahar saat menghadiri rilis pemusnahan barang bukti narkoba di Mapolda Sumbar, Selasa (10/2). Dalam kesempatan tersebut, tercatat barang bukti yang disita mencapai 262,06 kilogram ganja (sebanyak 2.083 paket), 8,015,68 gram sabu, serta 57 butir pil ekstasi.

Fauzi Bahar menyoroti fakta mengejutkan bahwa Sumatera Barat kini telah menjadi target pasar utama, bukan lagi sekadar jalur perlintasan.

“Barang sebanyak ini adalah pesanan. Artinya, konsumen di tempat kita sudah begitu banyak. Ini adalah bukti nyata bahwa ancaman narkoba di Sumatera Barat sangat tinggi,” ujar Fauzi Bahar di hadapan Wakapolda Sumbar, jajaran Direktur Resnarkoba, BNN, dan instansi terkait.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan polisi menyita ratusan kilogram ganja tersebut telah menyelamatkan masa depan puluhan ribu anak kemenakan di ranah Minang.

“Kalau barang ini sempat sampai ke tangan anak-anak kami, berapa banyak korbannya? Pak Wakapolda telah menyelamatkan puluhan ribu nyawa melalui penangkapan ini,” tegasnya.

Mantan Walikota Padang ini juga mengajak para orang tua untuk tidak takut melaporkan anggota keluarga yang sudah terlanjur menjadi pecandu agar bisa mendapatkan rehabilitasi, bukan hukuman penjara.

“Saya bermohon kepada jajaran kepolisian, jika ada orang tua yang melaporkan anaknya kena narkoba, agar mereka dirawat (rehabilitasi) dan tidak dikategorikan sebagai pengedar atau pemakai kriminal murni agar masyarakat berani melapor,” tambahnya.

Fauzi Bahar juga mengimbau seluruh lapisan masyarakat, khususnya di Kota Padang dan umumnya di Sumatera Barat, untuk memperketat pengawasan di kampung-kampung. Ia menjamin bahwa identitas pelapor akan dirahasiakan oleh pihak kepolisian.

Menutup pernyataannya, tokoh adat Sumbar ini memberikan pesan menyentuh mengenai dampak permanen narkoba. Menurutnya, sekali otak seseorang terpapar narkoba, sulit untuk kembali pulih 100 persen.

“Anak-anak yang belum kena, tolong dijaga. Jangan sampai tahu rasanya atau bentuknya. Jika ‘gelas’ itu sudah retak atau pecah, tidak akan mungkin kembali normal seperti sedia kala. Mari kita jadikan ini gerakan bersama, bukan hanya tugas polisi saja,” pungkasnya.

(red)