
TBNews Sumbar – Komitmen Polri dalam memperkuat sistem meritokrasi pembinaan karier mendapat respons serius dari jajaran Polda Sumatera Barat. Momentum Konsolidasi Asesor Assessment Center Polri Tahun 2026 yang digelar di Jakarta menjadi pijakan strategis dalam menyelaraskan standar penilaian kompetensi guna mewujudkan SDM Polri yang unggul, profesional, dan berintegritas.
Kegiatan yang mengusung tema “Penguatan Assessment Center Polri sebagai Komponen Utama dalam Pembinaan Karier untuk Mewujudkan SDM yang Unggul” tersebut menegaskan bahwa sistem promosi jabatan ke depan semakin mengedepankan prinsip objektivitas, transparansi, dan akuntabilitas.
Kepala Biro Pembinaan Karier SSDM Polri Brigjen Pol. Langgeng Purnomo, mewakili Asisten Kapolri bidang SDM, menekankan bahwa Assessment Center menjadi instrumen strategis dalam memastikan penempatan personel sesuai kompetensi (right man on the right place). Sistem ini berbasis metode ilmiah dengan pendekatan multi-tools dan multi-assessor, sehingga mampu meminimalisir subjektivitas dalam pembinaan karier.
Sejalan dengan kebijakan tersebut, Karo SDM Polda Sumbar Kombes Pol Anissullah M. Ridha Polda Sumbar menyatakan kesiapan penuh Polda Sumbar dalam mengimplementasikan penguatan Assessment Center di tingkat kewilayahan sebagai bagian dari program prioritas peningkatan kualitas SDM.
“Polda Sumbar selama ini terus mendorong profesionalisme personel melalui pembinaan kompetensi, pelatihan berkelanjutan, serta penguatan manajerial kepemimpinan. Hal ini selaras dengan program Kapolda Sumbar dalam mewujudkan Polri Presisi yang humanis, responsif, dan adaptif terhadap tantangan global maupun dinamika lokal di Ranah Minang,” ujarnya.
Penguatan sistem merit berbasis Assessment Center juga menjadi bagian penting dalam mendukung berbagai program strategis Polda Sumbar, di antaranya:
Penguatan pelayanan publik berbasis integritas dan transparansi.
Penanganan tindak pidana yang profesional dan berkeadilan.
Pencegahan narkoba, tawuran, balap liar, dan penyakit masyarakat secara terukur.
Penguatan sinergi dengan tokoh adat, alim ulama, dan elemen masyarakat dalam menjaga Kamtibmas.
Dengan sistem asesmen yang terstandar dan terakreditasi, diharapkan setiap personel yang menduduki jabatan strategis benar-benar memiliki kapasitas kepemimpinan, kompetensi manajerial, serta integritas moral yang kuat.
Sebagaimana diketahui, Assessment Center Polri telah terakreditasi “A” dari BKN dan bersertifikasi internasional ISO 9001:2015, serta didukung 1.763 asesor di seluruh Indonesia. Kepercayaan dari instansi eksternal pun terus meningkat, menunjukkan bahwa sistem ini tidak hanya kredibel secara internal, tetapi juga diakui secara nasional.
“Bagi Polda Sumbar, penguatan meritokrasi bukan sekadar sistem administrasi, melainkan investasi jangka panjang untuk melahirkan pemimpin-pemimpin Polri yang mampu menjawab harapan masyarakat Sumatera Barat,” tambah Kombes Pol Anissullah.
Dengan SDM yang unggul dan berintegritas, Polda Sumbar optimistis dapat terus menghadirkan rasa aman, pelayanan prima, serta menjaga stabilitas Kamtibmas yang kondusif demi mendukung pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat.

Tinggalkan komentar