
TBNews Sumbar – Polda Sumatera Barat melaksanakan pemakaman massal kedua bagi korban bencana banjir bandang yang melanda wilayah provinsi tersebut sejak akhir November lalu. Pada Kamis (11/12) siang, satu jenazah laki-laki asal Batang Anai, Kecamatan Padang Pariaman, resmi dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Bungus, Teluk Kabung, Padang.
Pemakaman ini merupakan kelanjutan dari upaya penanganan jenazah pascabencana yang telah menewaskan ratusan jiwa di berbagai kabupaten, termasuk Agam, Padang Pariaman, dan Padang Panjang.
Sehari sebelumnya, Rabu (10/12), sebanyak 24 jenazah yang belum teridentifikasi telah dimakamkan secara massal di lokasi yang sama, sehingga total jenazah yang dikuburkan mencapai 25 jiwa dari dua gelombang pemakaman.
Kombes Pol Deni Yushadi, Karorena Polda Sumatera Barat, menyampaikan usai prosesi pemakaman.
“Alhamdulillah, hari ini kita telah menguburkan satu jenazah laki-laki asal Batang Anai, Padang Pariaman, korban banjir bandang yang terjadi di wilayah Sumatera Barat,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa pemakaman massal ini dilakukan untuk menghormati korban sekaligus mempercepat proses administrasi jenazah yang sulit diidentifikasi akibat kondisi pascabencana.
“Ini merupakan pemakaman massal yang kedua setelah kemarin sebanyak 24 jenazah telah dikuburkan di area ini,” lanjut Kombes Deni, yang didampingi beberapa pejabat utama Polda Sumbar.
Dalam kesempatan tersebut, Karorena Polda Sumbar juga menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh pihak yang terlibat.
“Untuk itu, kami mengucapkan terima kasih kepada hadirin sekalian yang telah melaksanakan kegiatan ini. Semoga amal ibadah rekan-rekan sekalian diterima di sisi Allah Subhanahu Wa Ta’ala,” tuturnya.
Bencana banjir bandang dan longsor yang dipicu hujan ekstrem sejak 27 November 2025 telah menewaskan ratusan orang di Sumbar, Hingga kini, tim gabungan Polda Sumbar, BPBD, dan relawan serta instansi terkait terus melakukan pencarian serta identifikasi jenazah.
Polda Sumbar berkomitmen untuk mendukung keluarga korban, termasuk melalui proses DVI (Disaster Victim Identification) yang intensif. Upaya ini diharapkan dapat memberikan ketenangan bagi masyarakat yang masih berduka.

Tinggalkan Balasan