
Padang, TBNews Sumbar – Kepolisian Daerah Sumatera Barat (Polda Sumbar) mempertegas komitmennya dalam mendukung program prioritas nasional melalui Rapat Koordinasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) Polri.
Acara yang digelar di Hotel Mercure Padang, Rabu (13/5/2026), ini menyoroti keberhasilan Polda Sumbar sebagai inisiator penggerak gizi di tingkat daerah.
Kegiatan strategis tersebut dihadiri langsung oleh Kapolda Sumbar Irjen Pol Gatot Tri Suryanta, Ketua Yayasan Kemala Bhayangkari (YKB) Daerah Sumbar, jajaran Pejabat Utama (PJU) Polda Sumbar, para Kapolres selaku pembina cabang, serta mitra strategis yayasan.
Kepala Perwakilan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Sumatera Barat, Arif Ardiyanto, Ak., M.Ak., yang hadir dalam pertemuan tersebut, memberikan apresiasi tinggi terhadap langkah cepat Kapolda Sumbar. Ia menilai Polda Sumbar memiliki visi yang melampaui daerah lain dalam eksekusi program MBG.
“Sumatera Barat sudah merintis ini menjadi pionir di saat orang masih gamang untuk bergerak. Sekarang bentuknya sudah nyata dan aksesnya mulai terbuka. Ini luar biasa,” ujar Arif Ardiyanto dalam sambutannya.
Ia menambahkan bahwa inisiatif ini bukan sekadar rencana, melainkan sudah masuk ke tahap implementasi yang nyata, sehingga memberikan dampak langsung bagi masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Arif Ardiyanto juga menekankan pentingnya aspek pengawasan dan tata kelola yang akuntabel. Sebagai Kepala BPKP, ia mendorong Kapolda Sumbar beserta jajaran untuk melakukan akselerasi pada bagian program yang masih dalam proses pengerjaan.
Arif menitikberatkan pada penguatan Sistem Pengendalian Intern (SPI) agar keberhasilan program ini dapat dipertanggungjawabkan dan menjadi contoh secara nasional.
“Tugas kami di pengawasan adalah mendorong penerapan pengendalian intern. Saya melihat di Polda pengendalian intern sudah cukup bagus, maka saya lebih mendorong pada introspeksi dan evaluasi diri secara mandiri,” ungkapnya.
Menurut Arif, kemandirian dalam mengukur capaian dan memperbaiki rencana secara berkala akan menghasilkan dampak yang jauh lebih maksimal. “Jika kita secara mandiri melaksanakan perbaikan, hasilnya akan luar biasa. Target cakupan anak penerima dan akses gizi akan lebih mudah tercapai,” tegasnya.
Lebih lanjut, Arif Ardiyanto memaparkan bahwa program MBG yang dikelola oleh YKB di lingkungan Polda Sumbar ini memiliki efek domino (multiplier effect) yang signifikan bagi pembangunan daerah.
Dalam kesempatan itu, terdapat beberapa poin krusial yang disoroti antara lain : pertama Sektor Pendidikan, yaitu Meningkatkan angka partisipasi dan konsentrasi belajar siswa melalui pemenuhan gizi yang tepat. Kedua Pemberdayaan EkonomiMenggerakkan roda ekonomi masyarakat melalui penyerapan bahan pangan lokal, penciptaan lapangan kerja di sektor pengolahan, hingga jasa pengiriman. Dan ketiga Sektor Budaya Sehat, yakni Menjadi katalisator bagi masyarakat untuk mulai menerapkan pola makan bergizi secara konsisten.
Menutup pernyataannya, Arif Ardiyanto optimistis bahwa program ini akan menjadi legacy atau warisan berharga dari Kapolda Sumbar.
“Ini adalah pemberdayaan untuk masyarakat. Selain menggerakkan ekonomi, kita juga mendorong budaya makanan sehat. Semoga sukses, ini adalah legasi yang luar biasa,” pungkasnya.
(Red)

Tinggalkan Balasan