Gandeng Lintas Sektoral, Bhabinkamtibmas Polsek Sikakap Edukasi Pelajar SMPN 1 PUS Terkait Pencegahan Kekerasan Perempuan dan Anak

TBNews Sumbar – Guna menekan angka kekerasan serta mencegah kenakalan remaja sejak dini, Bhabinkamtibmas Desa Sinaka Polsek Sikakap, Bripka Alex Chandra, menghadiri sekaligus menjadi pemateri dalam kegiatan Sosialisasi Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak di SMPN 1 PUS Sikakap, Dusun HVA, Desa Sikakap, Kecamatan Sikakap, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Selasa (19/05/2026).

Kegiatan strategis ini diinisiasi melalui sinergi lintas sektoral yang dihadiri oleh Ketua P2TP2A, Kepala Sekolah beserta majelis guru SMPN PUS Sikakap, Personil Polsek Sikakap, Staf Puskesmas Sikakap, serta perwakilan dari CDRM Sikakap.

Kapolres Kepulauan Mentawai melalui Bhabinkamtibmas Desa Sinaka Bripka Alex Chandra menyampaikan bahwa tujuan utama dari sosialisasi ini adalah untuk mengedukasi seluruh lapisan masyarakat, khususnya generasi muda, agar mampu mencegah, mengenali, dan melaporkan segala bentuk tindakan kekerasan sedini mungkin.

“Kegiatan ini menjadi langkah krusial dalam menciptakan lingkungan yang aman bagi kelompok rentan, khususnya perempuan dan anak-anak. Kami ingin membangun kesadaran publik mengenai definisi, bentuk, serta dampak buruk kekerasan, baik secara fisik, psikis, seksual, maupun penelantaran,” ujar Bripka Alex Chandra.

Dalam materi yang disampaikan, pihak kepolisian menegaskan bahwa Undang-Undang Perlindungan Anak telah menjamin hak anak untuk hidup, tumbuh, berkembang, dan berpartisipasi secara optimal sesuai harkat dan martabat kemanusiaan. Oleh karena itu, segala bentuk kekerasan, penelantaran, eksploitasi, hingga maraknya pernikahan usia anak merupakan pelanggaran hukum serius yang dapat dipidana.

Lebih lanjut, Bripka Alex juga memotivasi para pelajar dan guru agar memiliki keberanian untuk melaporkan jika melihat atau mengalami tindakan kekerasan.
“Kekerasan terhadap perempuan dan anak bukan lagi sekadar persoalan individu, melainkan ancaman nyata bagi masa depan generasi bangsa. Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama memutus rantai ‘silent victim’ atau korban yang takut melapor karena malu atau mendapat tekanan sosial,” tambahnya.

Melalui sosialisasi terpadu ini, diharapkan sistem perlindungan yang dimulai dari lingkungan sekolah dan keluarga dapat semakin kuat, sehingga anak-anak di Kepulauan Mentawai dapat tumbuh dengan aman, terlindungi, dan bermartabat.

Eksplorasi konten lain dari TRIBRATANEWS SUMBAR

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca