Gelar Pelatihan Jasa AC, Pemprov Sumbar Beri Apresiasi dan Mantan Napiter Sampaikan Terima Kasih

TBNews Sumbar — Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) bekerja sama dengan Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri dan PT Astra Internasional Tbk menggelar kegiatan pelatihan teknisi Air Conditioner (AC) bagi para mantan narapidana terorisme (napiter) di Padang, Selasa (2/6/2026).

Langkah ini dilakukan sebagai upaya nyata reintegrasi sosial dan pemberdayaan ekonomi bagi para eks napiter agar dapat kembali diterima dengan baik di tengah masyarakat.

Dalam sambutannya, perwakilan pemerintah daerah menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh pihak yang telah menginisiasi program pembinaan ini. Program ini dinilai sebagai bukti nyata bahwa negara tidak melepas tangan terhadap masa depan para mantan napiter.

“Kami memberikan apresiasi kepada Densus 88 dan PT Astra yang telah memfasilitasi kegiatan ini, karena kegiatan ini merupakan bentuk negara hadir terhadap mantan napiter,” ujarnya saat memberikan keterangan di sela-sela acara.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa para eks napiter sangat membutuhkan pendampingan yang konsisten dan penguatan moral agar memiliki rasa percaya diri untuk kembali ke lingkungan sosial. Melalui pembekalan keahlian praktis seperti teknisi AC, mereka diharapkan mampu mandiri secara finansial.

“Mantan napiter itu butuh pendampingan, butuh penguatan agar mereka bisa kuat, bisa diterima oleh masyarakat. Jadi pelatihan ini, di samping membawa mereka bisa diterima masyarakat, juga memberikan mereka keahlian agar memiliki penghasilan untuk menghidupi keluarga mereka,” tambahnya.

Sebagai bentuk komitmen keberlanjutan, Pemprov Sumbar menegaskan tidak akan berhenti pada seremonial pelatihan saja. Pemerintah akan mendorong seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemprov Sumbar untuk memanfaatkan jasa para teknisi AC lulusan pelatihan ini.

“Kita berharap setelah mereka ikut pelatihan ini, ada OPD-OPD ataupun pribadi-pribadi di Pemprov Sumatera Barat yang memanfaatkan mereka. Saya sudah meminta agar nomor telepon para peserta didata. Kalau ada AC rusak di kantor atau di rumah ASN Pemprov, bisa dimanfaatkan (jasa) mereka,” tegasnya.

Program pemberdayaan ini disambut baik oleh para peserta. M. Ropiq, salah seorang mantan napiter yang ikut serta dalam pelatihan tersebut, mengungkapkan rasa syukur dan terima kasihnya atas kesempatan kedua yang diberikan oleh negara dan pihak swasta.

“Kami sangat bersyukur atas adanya pelatihan ini. Bagi kami, ini bukan sekadar belajar memperbaiki AC, tetapi juga modal berharga untuk memulai lembaran hidup yang baru. Kami ingin membuktikan kepada masyarakat bahwa kami siap berubah dan berkontribusi positif,” ujar M. Ropiq dengan optimis.

Ia juga berharap program-program pendampingan ekonomi serupa dapat terus bergulir secara konsisten agar rekan-rekan seprofesinya tidak lagi merasa terasing dan mampu membangun usaha yang berkah demi menafkahi keluarga secara halal.

Eksplorasi konten lain dari TRIBRATANEWS SUMBAR

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca