Polsek Suliki dan Damkar Gelar Sosialisasi Antikekerasan serta Simulasi Kebakaran di SLB Al-Hidayah Maek

TBNews Sumbar – Polsek Suliki bersama Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Lima Puluh Kota menggelar kegiatan Sosialisasi Pencegahan dan Penanganan Kekerasan serta Pelatihan Penanganan Kebakaran di lingkungan Sekolah Luar Biasa (SLB) Al-Hidayah Maek, Jumat (12/6/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Aula Bamus Nagari Maek, Kecamatan Bukit Barisan ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, inklusif, dan bebas dari tindakan kekerasan bagi anak-anak berkebutuhan khusus.

Acara yang dimulai pukul 09.00 WIB tersebut dihadiri langsung oleh Kepala Dinas Damkar Kabupaten Lima Puluh Kota Fiddria Fala, AP., M.Si., Kapolsek Suliki IPTU Zuyu Gianto, S.Pt., M.H., Sekcam Bukit Barisan Joni Masda, serta Kepala Sekolah SLB Al-Hidayah Maek Yelvi Eva Roza, S.Pd. Hadir pula Kanit Binmas Polsek Suliki AIPTU Afrizal, Bhabinkamtibmas Nagari Maek BRIGPOL Hamdani Septrian, personel Damkar, para guru, wali murid, serta siswa-siswi SLB Al-Hidayah Maek.

Dalam sesi pertama, Kapolsek Suliki IPTU Zuyu Gianto menyampaikan materi edukasi mengenai pencegahan dan penanganan perundungan (*bullying*) dengan mengusung tema Bersama Mewujudkan Lingkungan Aman, Inklusif, dan Mandiri untuk Semua Anak Maek.

“Bullying merupakan tindakan agresif yang dilakukan secara sengaja dan berulang oleh seseorang atau kelompok yang merasa lebih berkuasa, dengan tujuan menyakiti, menindas, atau merendahkan orang lain,” ujar IPTU Zuyu Gianto.

Ia memaparkan bahwa dampak bullying sangat berbahaya bagi psikologis anak, mulai dari memicu kecemasan, depresi, kehilangan rasa percaya diri, penurunan prestasi akademik, hingga potensi menyakiti diri sendiri.

Faktor penyebabnya pun beragam, di antaranya akibat pelaku pernah menjadi korban serupa atau kurangnya perhatian dari lingkungan keluarga.
Sebagai langkah antisipasi, Kapolsek mengajak para siswa untuk tidak takut dan tetap tenang. Siswa diimbau berani berbicara, bersikap tegas, tidak membalas dengan kekerasan, serta segera melaporkan kejadian tersebut kepada guru, orang tua, atau orang dewasa yang dipercaya.

Usai pemaparan materi perundungan, kegiatan dilanjutkan dengan pelatihan dan simulasi penanganan kebakaran yang dipandu oleh Tim Dinas Damkar Kabupaten Lima Puluh Kota.

Dalam simulasinya, petugas menjelaskan bahwa mayoritas peristiwa kebakaran dipicu oleh faktor kelalaian manusia (human error), di samping adanya faktor eksternal lain. Guna meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi keadaan darurat, para peserta termasuk guru dan wali murid diberikan kesempatan melakukan praktik langsung menggunakan alat pemadam api.

Seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan aman, tertib, dan disambut antusias oleh para peserta hingga berakhir lancar pada pukul 11.00 WIB.
Melalui kolaborasi lintas sektoral ini, diharapkan kesadaran seluruh elemen sekolah meningkat, baik dalam mengantisipasi bahaya bullying maupun kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran.

Dengan demikian, kondusivitas tumbuh kembang anak-anak berkebutuhan khusus di SLB Al-Hidayah Maek dapat senantiasa terjaga.

Eksplorasi konten lain dari TRIBRATANEWS SUMBAR

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca