Cegah Laka Lantas dan Bullying, Satlantas Polres Dharmasraya Gencarkan Sosialisasi ke Sekolah

TBNews Sumbar — Guna menekan angka kecelakaan lalu lintas di kalangan pelajar sekaligus mencegah aksi perundungan (bullying) di lingkungan pendidikan, personel Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Dharmasraya menggelar kegiatan sosialisasi di sejumlah sekolah di Kabupaten Dharmasraya pada Senin (20/7/2026).

Kegiatan edukasi dan pembinaan karakter tersebut dilaksanakan bertepatan dengan pelaksanaan upacara bendera, di mana personel Satlantas bertindak langsung sebagai pembina upacara sekaligus memberikan arahan kepada para siswa. Adapun sekolah yang disambangi dalam kegiatan ini meliputi SMK Negeri 1 Pulau Punjung, SMK Negeri 1 Sitiung, dan SMP Negeri 2 Pulau Punjung.

Kapolres Dharmasraya AKBP Kartyana Widyarso W.P, S.I.K., M.A.P., melalui Kasat Lantas Iptu Wahyuli Amra, S.H., menyampaikan bahwa kehadiran personel kepolisian ke sekolah-sekolah merupakan langkah preventif untuk menanamkan budaya tertib berlalu lintas sejak dini.

“Adik-adik pelajar merupakan aset masa depan bangsa yang harus kita jaga bersama. Jangan sampai mereka menjadi korban kecelakaan di jalan raya. Sudah menjadi tanggung jawab kami untuk terus hadir memberikan edukasi agar para pelajar paham aturan dan etika berkendara,” tegas Iptu Wahyuli Amra.

Dalam pembinaannya, jajaran Satlantas mengingatkan pentingnya melengkapi dokumen berkendara seperti SIM dan STNK, penggunaan helm standar keselamatan, serta kelengkapan kendaraan, termasuk larangan keras penggunaan knalpot brong. Para siswa juga diimbau untuk tidak terlibat dalam aksi balap liar yang berpotensi mengancam keselamatan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.
Selain fokus pada keselamatan berlalu lintas, Satlantas Polres Dharmasraya turut menyisipkan pesan penegakan disiplin dan moral terkait bahaya aksi perundungan (bullying) antar sesama siswa.
Kasat Lantas menegaskan bahwa perundungan tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga dapat merusak masa depan dan mental peserta didik.

“Sebagai sesama ciptaan Tuhan Yang Maha Esa, tidak ada manusia yang sempurna, sehingga tidak sepantasnya kita saling menghina atau mencela. Mari kita ciptakan suasana belajar yang aman dan nyaman dengan saling mengasihi antara sesama siswa dan menghormati guru, sehingga proses belajar berjalan lancar dan cita-cita adik-adik dapat terwujud,” pungkasnya.

(Tim)

Eksplorasi konten lain dari TRIBRATANEWS SUMBAR

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca