
PADANG — Hujan deras yang mengguyur Kota Padang memicu banjir parah di sejumlah titik pada Senin, 3 Agustus 2026. Ratusan warga terjebak genangan air, memaksa aparat gabungan bersama Tim SAR Satuan Brimob Polda Sumbar turun ke lapangan untuk melakukan evakuasi darurat.
Berdasarkan data Pusat Pengendalian Operasi, banjir merendam beberapa kawasan utama di Kota Padang, meliputi wilayah Lapau Munggu / Guo Kuranji, Sungai Sapih, Dadok Tunggul Hitam, Air Pacah, hingga Maransi.
Dampak terparah dirasakan oleh ratusan kepala keluarga. Tercatat sedikitnya 700 unit rumah warga tergenang air dengan ketinggian bervariatif. Selain permukiman, sejumlah fasilitas umum seperti sekolah, masjid, musholla, hingga fasilitas kesehatan Puskesmas juga tak luput dari genangan banjir.
Di kawasan Lapau Munggu / Guo Kuranji, seorang warga dilaporkan mengalami patah tangan akibat insiden terkait bencana. Korban langsung mendapatkan pertolongan pertama pemasangan bidai oleh petugas di lapangan sebelum akhirnya dirujuk ke rumah sakit terdekat.
Sementara itu, di Perumahan Villa Bukit Gading 3, proses evakuasi berlangsung dramatis ketika tim penyelamat berhasil menyelamatkan satu orang lansia dan dua balita yang sempat terjebak di dalam rumah.
Secara keseluruhan, tim gabungan berhasil mengevakuasi sekitar 400 warga dari berbagai titik lokasi terdampak. Rinciannya meliputi 40 warga di Lapau Munggu/Guo Kuranji, 50 warga di Perumahan Villa Bukit Gading 3, 100 warga di Dadok Tunggul Hitam, 200 warga di Air Pacah, serta 6 warga di kawasan Maransi.
Selain itu, ratusan warga lainnya tercatat melakukan evakuasi secara mandiri, yakni 300 warga di Dadok Tunggul Hitam, 200 warga di Air Pacah, dan 100 warga di Maransi.
Menanggapi situasi darurat ini, Kapolda Sumbar Irjen Pol Djati Wiyoto Abadhy, S.I.K melalui Komandan Satuan (Dansat) Brimob Polda Sumbar, Kombes Pol Lukman Syafri Dandel Malik, memimpin langsung pengerahan kekuatan pasukan ke lapangan. Sebanyak 100 personel diterjunkan untuk mempercepat proses evakuasi warga yang masih terjebak.
“Kami mengerahkan 100 personel SAR Brimob untuk bergerak cepat ke titik-titik krusial guna memastikan keselamatan masyarakat. Prioritas utama kami adalah evakuasi warga yang terjebak, khususnya kelompok rentan seperti lansia, balita, dan warga yang membutuhkan pertolongan medis segera,” ujar Kombes Pol Lukman Syafri Dandel Malik di Posko Utama, Jalan DPR Ujung, Air Pacah.
Kombes Pol Lukman menambahkan, seluruh Seluruh personel dilengkapi dengan berbagai perlengkapan SAR, seperti perahu karet, pelampung, helm SAR, tali penyelamatan, alat komunikasi, hingga kendaraan operasional guna mendukung proses evakuasi di lapangan.
Sementara itu, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabidhumas) Polda Sumbar, Kombes Pol Susmelawati Rosya, mengimbau masyarakat Kota Padang dan sekitarnya agar tetap meningkatkan kewaspadaan mengingat potensi cuaca ekstrem yang masih dapat terjadi.
“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya yang tinggal di bantaran sungai dan wilayah rawan banjir, untuk tetap waspada dan senantiasa mengutamakan keselamatan diri serta keluarga. Jika kondisi air terus meninggi, jangan ragu untuk segera berkoordinasi dengan petugas di posko-posko evakuasi terdekat,” tegas Kombes Pol Susmelawati Rosya.
Polda Sumbar bersama instansi terkait mendirikan posko utama penanganan banjir di Jalan DPR Ujung, Air Pacah, guna mempermudah koordinasi evakuasi serta penyaluran bantuan kemanusiaan bagi warga terdampak.(*)

Tinggalkan Balasan