
PADANG — Menanggapi bencana banjir yang melanda sejak sore kemarin hingga malam hari, 2 Posko SAR Brimob Polda Sumbar yang berlokasi di daerah Air Pacah dan Dadok Tunggul Hitam siap mengerahkan personelnya untuk melakukan evakuasi dan membantu warga yang terdampak di berbagai titik di Kota Padang.
Sejak Senin sore pukul 15.00 WIB, Sat Brimob Polda Sumbar langsung memberangkatkan sekitar 100 personel untuk diterjunkan ke lokasi-lokasi yang dilaporkan mengalami kenaikan debit air yang signifikan.
Dansat Brimob Polda Sumbar, Kombes Pol Lukman Syafri Dandel Malik, S.I.K., menegaskan bahwa pengerahan personel ini merupakan wujud respons cepat negara dalam memberikan pelindungan dan pertolongan bagi masyarakat yang tertimpa musibah.
“Kami telah menginstruksikan seluruh jajaran untuk bergerak cepat dan siaga penuh sejak laporan awal diterima. Prioritas utama kami adalah keselamatan jiwa masyarakat, khususnya kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, dan warga yang membutuhkan pertolongan medis darurat. Personel di lapangan akan terus bekerja 24 jam hingga situasi benar-benar terkendali,” ujar Kombes Pol Lukman Syafri Dandel Malik.
Beberapa titik prioritas evakuasi meliputi:
• Lapau Manggu (Guguak Randah)
• Maransi
• Air Pacah
• Dadok Tunggul Hitam • Sungai Sapih (Kampung Jambu).
Sebanyak 5 tim SAR dikerahkan ke lapangan untuk melaksanakan evakuasi warga yang rumahnya mulai terendam air setinggi kurang lebih setengah meter, guna mengantisipasi potensi kenaikan debit air susulan.
Di kawasan Lapau Manggu dan Guguak Randah, petugas mendapati seorang warga mengalami patah tangan serta mengevakuasi kelompok rentan seperti lansia dan bayi. Sementara itu, di wilayah Dadok Tunggul Hitam dan Maransi, evakuasi difokuskan pada warga yang meninggalkan rumah untuk mencari tempat yang lebih tinggi agar dapat bertahan sementara waktu.
Korban luka-luka yang berhasil dievakuasi telah mendapatkan perawatan ringan dan penanganan awal di lokasi, termasuk pemasangan bidai untuk korban patah tangan.
Seluruh korban kemudian dibawa ke tempat yang aman, yakni ke kediaman keluarga masing-masing, mengingat keterbatasan posko di beberapa titik rawan.
Kabidhumas Polda Sumbar, Kombes Pol Susmelawati Rosya, S.H., S.I.K., mengimbau masyarakat agar tetap waspada mengingat kondisi cuaca yang masih dinamis dan berpotensi menimbulkan susulan.
“Kami mengimbau kepada masyarakat Kota Padang dan sekitarnya untuk tetap tenang namun waspada terhadap perkembangan cuaca saat ini. Jajaran kepolisian bersama stakeholder terkait terus berkoordinasi untuk memberikan bantuan secepat mungkin. Jika membutuhkan evakuasi atau pertolongan darurat, warga dapat segera melaporkan kepada petugas di lapangan atau kantor kepolisian terdekat,” kata Kombes Pol Susmelawati Rosya.
Mengingat kondisi cuaca yang masih kurang kondusif, pihak Sat Brimob melalui Kaposko Ipda Andi menyatakan bahwa posko evakuasi akan terus siaga hingga situasi benar-benar aman. Selain itu, petugas secara berkala melakukan patroli dan pengecekan debit air di lokasi-lokasi rawan.
Memasuki hari Selasa, 4 Agustus 2026, kegiatan penanganan dan pemantauan terus dilanjutkan. Pengecekan di Kampung Jambu menunjukkan tren penurunan debit air yang signifikan; dari yang sebelumnya sempat mencapai ketinggian lebih dari 1 meter, kini berangsur surut hingga tersisa sekitar 30 centimeter.
Sat Brimob Polda Sumbar menegaskan bahwa personelnya siaga 24 jam dan siap diterjunkan kapan pun warga membutuhkan bantuan evakuasi di seluruh wilayah Kota Padang dan sekitarnya. (*)

Tinggalkan Balasan