
TBNews Sumbar – Polisi hadir sebelum gangguan keamanan terjadi. Pesan tersebut menjadi salah satu fokus Polresta Padang dalam memperkuat Patroli Perintis Presisi Satuan Samapta untuk mengantisipasi berbagai potensi gangguan Kamtibmas di Kota Padang.
Penguatan patroli tersebut ditandai dengan peluncuran dalam upacara yang digelar di Mapolresta Padang, Senin (31/8/2026) pagi.
Kapolresta Padang Kombes Pol. Apri Wibowo mengatakan, patroli diperkuat sebagai langkah preventif agar personel dapat lebih cepat mendeteksi dan merespons potensi gangguan di lapangan.
“Yang kami kedepankan adalah pencegahan. Personel harus mampu membaca situasi, mengetahui titik-titik rawan dan hadir di sana sebelum persoalan berkembang menjadi gangguan yang lebih besar,” kata Kombes Pol. Apri Wibowo.
Dalam pelaksanaannya, Tim Patroli Perintis Presisi dibagi menjadi tiga sektor dengan rayon wilayah masing-masing. Personel juga ditempatkan pada sejumlah strong point untuk memperpendek waktu respons terhadap laporan maupun kebutuhan masyarakat.
Pola tersebut sekaligus mendukung layanan Call Center 110. Dengan personel berada lebih dekat dengan masyarakat, laporan yang masuk diharapkan dapat segera ditindaklanjuti.
“Penempatan personel kami sesuaikan dengan pemetaan kerawanan. Jadi ketika ada laporan dari masyarakat, termasuk melalui 110, anggota yang berada di sekitar lokasi dapat segera bergerak,” ujarnya.
Patroli akan menyasar sejumlah potensi gangguan Kamtibmas, seperti tawuran, balap liar, penggunaan knalpot brong, pemerasan serta gangguan keamanan lainnya. Selain melakukan pengawasan, personel juga diarahkan untuk mengumpulkan informasi dan mengambil langkah awal terhadap indikasi gangguan.
Kapolresta Padang meminta personel melaksanakan tugas secara profesional, disiplin dan humanis serta tidak menggunakan kewenangan secara berlebihan. Perlengkapan patroli yang diberikan, seperti helm, rompi, kacamata dan button stick, juga harus digunakan sesuai kebutuhan dan prosedur.
“Keberhasilan patroli bukan hanya dilihat dari seberapa banyak kegiatan yang dilakukan, tetapi dari seberapa jauh kehadiran polisi mampu mencegah gangguan dan membuat masyarakat merasa aman,” tegasnya.
Ia menambahkan, menjaga Kamtibmas tidak dapat dilakukan kepolisian sendiri. Sinergi dengan TNI, Pemerintah Kota Padang, Satpol PP, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat serta seluruh elemen masyarakat terus diperkuat.
“Kami mengajak masyarakat menjadi bagian dari upaya pencegahan. Jika melihat adanya potensi gangguan, segera sampaikan informasi kepada kepolisian agar dapat ditangani lebih awal,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan